Peta dukungan itu bisa saja berubah. Suara Prabowo-Gibran bisa bertambah atau berkurang. Mengingat masih ada 65 hari lagi menuju hari pencoblosan. Apalagi berhembus kencang Presiden Jokowi akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran. Dan ini yang harus diwaspadai pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud.
Keyakinan pasangan calon nomor urut 1 dan 3 akan lolos ke putaran kedua akan sirna bila terlalu percaya diri dan abai terhadap kawal TPS dan kotak suara pada hari pencoblosan 14 Februari 2024.
Sisa 65 hari ini bisa mengubah segalanya. Intervensi kekuasaan terhadap penyelenggara pemilu bisa mengantarkan Prabowo-Gibran menang satu putaran. Kekurangan 16,7 persen untuk mencapai 51 persen bukan hal yang sulit bagi Prabowo-Gibran. Pasalnya, pasangan Prabowo-Gibran selain didukung oleh kekuasaan dan logistik juga didukung penuh oleh China dibawah Xi Jinping.
Kecuali ada manuver politik luar biasa dari kedua pasangan calon nomor 1 dan 3 plus oposan Jokowi bergerak memblokade Pemilu tanpa campur tangan kekuasaan Jokowi. Rakyat menuntut Pemilu tanpa Jokowi. Mungkinkah?
Wallahua’lam bish-shawab berpulang kepada rakyat Indonesia.
Bandung, 26 Jumadil Awwal 1445/10 Desember 2023









