Jual belasan botol Merkuri, BSA diamankan polisi

oleh -96 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Bermaksud hendak menjual 13 botol merkuri, dari olahan batu cinabar kepada para penambang emas dan dan pemilik tromol Gunung Bota, Desa Basalale Unit 17,  Kecamatan Waelata,Kabupaten Buru, B. S. A (28), warga Desa Basalale, terpaksa diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buru, pekan kemarin.

Hal ini turut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Buru, AKP. M Ryan Citra Yudha,S.I.K, saat berhasil dikonfirmasi wartawan dari Ambon, Senin (15/1).

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Satreskrim Polres Buru dari masyarakat, jelasnya, pihaknya pun bergerak cepat dan berhasil menangkap yang bersangutan berikut barang bukti.

”Pelaku ditangkap saat hendak melakukan transaksi saat membawa merkuri untuk dijual kepada para penambang serta para pemilik tromol di sekitar lokasi tambang emas Gunung Botak, di Desa Basalale Unit 17 Kecamatan Waelata Kabupaten Buru, yang merupakan wilayah hukum Polsek Waeapo Polres Pulau Buru,dengan harga per satu botol dijual dengan harga Rp. 450.000,” ujarnya.

Meski demikian, tegasnya, pada saat pemeriksaan yang bersangkutan mengaku baru pertama kali menjual barang terlarang tersebut kepada para pengelola tambang emas dan pemilik tromol yang ada di lokasi Gunung Botak di Desa Basalale Unit 17, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

Baca Juga  November 2019, Kota Ambon dan Kota Tual Alami Deflasi Sebesar 0,83 dan 0,46 Persen
  13 botol Merkuri dengan berat diperkirakan kira-kira 13 K

”Untuk pengembangan penyidikan, Satreskrim Polres Buru, berhasil menyita barang bukti berupa 13 botol Merkuri dengan berat diperkirakan kira-kira 13 K dan juga sepeda motor milik pelaku. Kasus ini masih terus dalam pengembangan penyidikan oleh Satreskrim Polres Buru.

Karena diduga pelaku memiliki jaringan peredaran merkuri yang sengaja didatangkan dari Kota Ambon, melalui jasa pengiriman angkutan laut ke Kota Namlea. Kemudian akan dijual oleh pelaku kepada para penambang serta para pemilik tromol yang ada di Desa Basalale Unit 17 Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru,” jelasnya.

B. S. A. sendiri, terangnya, sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjualan bahan berbahaya dan beracun yakni merkuri.

Baca Juga  Sutopo Purwo Nugroho, Humas BNPB, Meninggal Dunia

Ia dikenakan pasal 43 ayat (1), Undang- Undang RI nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, JO pasal 40 Peraturan Pemerintah (PP) RI nomor 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun.

”Satreskrim Polres Buru masih terus melakukan pengembangan penyidikan dalam mengungkapkan jaringan penjualan merkuri di Pulau Buri ini. Pasalnya diduga zat berbahaya dan beracun tersebut dikirim oleh pemiliknya yang hinggi kini masih dari pengembangan oleh Satreskrim Polres Buru,” pungkasnya. (Febby Sahupalla)