Juergen Klopp: Orang Biasa yang Dikelilingi Orang-orang Hebat di Liverpool

oleh -132 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Musim 2019/20 bersahabat karib dengan Juergen Klopp. Di Premier League saja, Liverpool asuhannya menutup 20 laga tanpa kekalahan. Satu pertandingan berakhir imbang, sisanya kemenangan. Liverpool juga masih punya keunggulan satu laga.

Klopp juga berhasil membawa trofi ke Anfield. Setelah menutup 2018/19 mahkota juara Liga Champions, Liverpool memasuki musim yang baru dengan gelar juara Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

Skuatnya prima, para pemain mudanya tampil trengginas. Tidak heran jika akhirnya Klopp disebut-sebut sebagai salah satu pelatih terbaik era ini.

Namun, Klopp selalu punya cara jenaka untuk menanggapi segala macam hal baik dan menyebalkan dalam perjalanannya sebagai pelakon sepak bola.

Sebagian dari kita mungkin ingat seperti apa konferensi pers perdana Klopp sebagai pelatih Liverpool pada 2015. Ketika itu, Klopp melabeli dirinya sebagai The Normal One.

Juergen Klopp
Juergen Klopp dan trofi juara Piala Dunia Antarklub pertama Liverpool. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach

Klopp orang normal, ia biasa-biasa saja. Ia tidak kebal kekalahan, kepalanya bisa pening minta ampun kalau timnya bermasalah. Hampir lima tahun setelah hari kedatangannya ke Anfield, Klopp menegaskan bahwa ia masih orang yang biasa-biasa saja.

Baca Juga  Kapolda sosialisasi MRS Festival di SMA Xaverius Ambon

“Saya 100 persen normal, tidak ada yang spesial. Begitu bangun pagi tadi saya ke dapur, membuat kopi untuk istri saya dan teh buat saya, dan memberi makan anjing peliharaan saya,” tutur Klopp dalam wawancaranya kepada The Guardian.

“Saya tidak tahu saya ini punya talenta spesial sebagai manajer atau tidak. Yang saya tahu, saya ini sibuk dan menaruh minat pada sepak bola, serta dikelilingi orang-orang sensasional,” jelas Klopp.

Liverpool di bawah asuhan Klopp memang menjadi tim yang komplet. Kondisi ini tidak hanya bicara soal tim utama yang acap menggebrak di setiap kompetisi yang mereka ikuti. Ini juga bicara tentang klub yang punya rencana jelas serta tim kepelatihan dan manajemen yang mumpuni serta sejalan.

Baca Juga  Lanal Saumlaki Bersama Tim SAR Gabungan Selamatkan Nelayan Tenggelam

Ambil contoh tim kepelatihan mereka. Liverpool bahkan memiliki pelatih khusus throw inyep, lemparan ke dalam — di tim utama.

Ia adalah Thomas Gronnemark , pelatih asal Denmark yang direkrut pada musim panas 2018. Tugas Gronnemark adalah mendidik skuat The Reds untuk melakukan dan mengantisipasi throw in. Toh, ada sejumlah gol Liverpool yang prosesnya diawali dari lemparan ke dalam, ‘kan?

Liverpool (PTR)
Liverpool merayakan kemenangan atas Everton di Anfield. Foto: REUTERS/Phil Noble

Orang-orang seperti inilah yang menurut Klopp menjadikan Liverpool sebagai tim yang istimewa. Baginya, setiap orang yang ada di klub ini membuat hidupnya jadi lebih mudah.

“Tugas saya adalah memastikan saya dikelilingi orang-orang cerdas. Skill utama saya adalah mendengarkan mereka. Hidup saya jadi tidak sulit karena skill itu. Namun, orang-orang di klub ini juga tidak membebani saya macam-macam. Saya bahkan tidak perlu menjuarai apa pun di dua musim pertama,” jelas Klopp kepada The Guardian.

“Langkah-langkah yang dibuat di klub ini jelas: Kami ingin menjuarai Liga Champions dulu karena gelar itu memberikan peluang bagi klub untuk tumbuh. Gelar itu juga membuat klub memiliki keleluasaan untuk bicara kepada pemain-pemain [incaran dengan level] berbeda. Dari situ, segala sesuatunya akan sesuai dengan apa yang kami rencanakan,” tutur Klopp. (red/rtl/kumparan)