Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Ambon Bertambah Jadi 20 Orang

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi magnitudo 6,8 dan disusul gempa magnitudo 5.6 yang melanda Pulau Ambon dan Pulau Seram pagi tadi terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPBD Provinsi Maluku, jumlah korban jiwa menjadi 20 orang meninggal dunia.

Diantaranya tiga orang di Dusun Batu Kuda Desa Tial dan enam orang di Desa Liang, yakni Halimah Samual, La Na’i, Wa Ona, Anisa Maruapey, Hamid Laisou dan cucunya Hasan Laisou.

Tiga orang lainnya meninggal dunia di Desa Waai, yakni Tine Tuasela, Semi Kadidu dan Minggus Souhoka.

Sedangkan tiga orang lagi meninggal dunia di Dusun Waisamu, Kabupaten Seram Bagian Barat, atas nama Hj. Samsia, Aditya dan Johan.

Baca Juga  Lawan Epidemi HIV, WHO Rekomendasikan 6 Hal Terkait Tes HIV/Aids

Di Lembah Argo, Passo, seorang bayi Gabriel Nanlohi juga meninggal dunia. Demikian juga Narti Rota pegawai rektorat IAIN Ambon, dan Matheis Frans warga Desa Nania Kota Ambon.

“Total korban meninggal dunia akibat Gempa Bumi 6.8 SR sebanyak 18 orang,”ujar Kepala BPBD Maluku, Farida Salampessy melalui siaran persnya yang diterima Kamis (26/9) malam, pukul 21.00 WIT.

Sementara data korban luka-luka ungkap Salampessy sebanyak 6 orang luka ringan di Kampung Iha Desa Liang, kurang lebih 100 orang luka-luka akibat gempa di Desa Liang, 1 orang luka berat di Desa Waisama Kabupaten Seram Bagian Barat atas nama Jono.

Data kerusakan rumah dan Sarpras bebernya 1. Dusun Tanah Merah, Negeri Liang (Kab. Malteng), 20 unit Rumah rusak sedang, 8 unit rumah rusak berat, 1 buah bengkel, Kampung Iha, Desa Liang (Kab. Malteng), 25 unit rumah rusak sedang hingga berat (sementara proses identifikasi), 1 unit masjid rusak ringan, pagar masjid rusak berat, sekolah MTs 3 ruang belajar mengalami rusak ringan, 1 unit MCK rusak ringan, tempat Pengungsian berada pada 3 titik (Lahan Kosong dan Masjid, Dusun Waihula , Desa Liang (Kab. Malteng) 7 unit Rumah Rusak Total, dan 5 unit rumah rusak sedang
(Mengungsi di sekitar rumah, tempat yang aman).

Baca Juga  Doro Londa dan Covid-19 di Maluku Utara

“Belum termasuk kerusakan rumah di Dusun Wainuru Desa Liang(Kab. Malteng), belum termasuk kerusakan rumah di dusun tanah merah, negeri Liang(Kab. Malteng), kerusakan pada Tower Lonceng Gereja Silo (Kota Ambon) .

“Pengungsi diperkirakan kurang lebih 2.000 jiwa,”tandasnya.

Sementara berdasarkan penelusuran porostimur, terdapat korban jiwa lainnya diduga akibat gempa.

Yakni bayi berusia lima bulan bernama Azana yang merupakan warga Jalan Baru, Messi Letlora warga SKIP, Zainal Boing, Aisyah dan Hamid warga Tenga-Tenga. (red)