Jumlah Orang Sangat Miskin di Indonesia Capai 9,91 juta jiwa

oleh -146 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Presiden Joko Widodo berharap kemiskinan ekstrem hilang dari Indonesia pada 2024.

Saat ini, berdasarkan data Bank Dunia, jumlah penduduk Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok sangat miskin mencapai 9,91 juta jiwa atau sekitar 3,4 persen dari total penduduk.

Terkait hal itu, Presiden meminta jajarannya untuk fokus mengentaskan kemiskinan dari kelompok sangat miskin.

“Data tentang siapa dan di mana warga kita ini harus betul-betul akurat sehingga program bisa disasarkan tepat pada kelompok sasaran yang kita inginkan,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas tentang Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3/2020) sebagaimana dikutip dari bisnis.com.

Pengertian penduduk sangat miskin menurut Bank Dunia adalah orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari US$1,91 per hari atau kurang dari Rp30.000 per hari dengan asumsi kurs 1 dolar AS sama dengan Rp14.130.

Baca Juga  Masyarakat SBB Berduka, Bupati M. Yasin Payapo Meninggal Dunia

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta program pengentasan kemiskinan terkonsolidasi dan terintegrasi sehingga tepat sasaran. Jokowi meminta setiap kementerian dan lembaga berbagi peran.

Presiden pun meminta perusahaan pelat merah dan swasta fokus memberikan bantuan kepada penduduk sangat miskin. “Kalau betul bisa konsolidasi saya yakin angka nol [kemiskinan esktrem] bisa kita lakukan,” kata Jokowi.

Sementara itu, secara total, penduduk miskin di Indonesia mencapai 24,7 juta jiwa per September 2019. Angka ini merepresentasikan 9,22 persen dari total penduduk di Indonesia.

Jokowi mengapreasiasi capain tersebut, mengingat pada 2015 posisi Indonesia berada pada 11,22 persen.

“Angka di bawah 10 persen ini adalah capaian yang sangat baik namun pekerjaan besar kita belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan kita,” kata Jokowi.

Baca Juga  Gracie Abrams Rilis Single ‘Feels Like’ & Umumkan Tur Di Tahun 2022

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui program pengentasan kemiskinan dan stunting masih belum tepat sasaran. Penyelarasan data diyakini akan mengurangi masalah tersebut.

Pemerintah menargetkan penurunan rasio kemiskinan menjadi 6,5 persen dan stunting menjadi 14 persen pada 2024. (red/rtm/bic)