Jumlah Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Maluku Bersiap `Normal Baru` Pertengahan Juni

oleh -319 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Jumlah kasus orang yang terkonfirmasi positif covid-19 di Maluku per tanggal 1 Juni 2020 mengalami kenaikan menjadi 223 kasus.

Sementara jumlah warga meninggal tercatat sebanyak delapan orang.

Hal ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Murad Ismail di Lantai 2 Gedung Kantor Gubernur Maluku , Senin (1/6/2020).

“Trend kenaikan pasien konfirmasi terus mengalami kenaikan, terutama di Kota Ambon,” ujar Murad.

Dia merinci, dari total 223 kasus terkonfirmasi, sebanyak 36 pasien yang telah terbebas dari covid-19, 179 pasien yang masih dalam perawatan dan sebanyak 8 pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia.

Melihat trend kenaikan jumlah kasus di Maluku, Murad mengajak masyarakat agar jangan lengah.

Menurutnya, penting untuk mematuhi anjuran Pemerintah  terutama imbauan untuk tetap di rumah.

Jika terpaksa harus ke luar rumah, kata dia, warga harus memakai masker, sering mencuci tangan, dan selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga  Sumpah Pemuda, Indonesia dan Ke-Indonesiaan

“Tetap berdoa, semoga wabah ini cepat berlalu,” imbuhnya.

Bersiap Normal Baru Pertengahan Juni

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang mengatakan sebanyak lima kabupaten/kota di Maluku yang tergolong zona hijau tengah disiapkan untuk memasuki kehidupan normal baru paling cepat pertengahan bulan Juni ini. Normal baru akan dimulai dari lingkungan pemerintahan.

Hal tersebut disampaikan Kasrul Selang di Ambon, Senin (1/6/2020). Senin petang, Kasrul memimpin rapat virtual yang dihadiri lima kepala daerah berserta perangkat daerah. Lima daerah dimaksud meliputi Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya.

Lima daerah itu masuk dalam zona hijau lantaran telah lama menutup akses masuk penumpang baik melalui kapal laut maupun pesawat udara. Penutupan lebih awal itu dengan alasan lima daerah tersebut sangat minim fasilitas kesehatan dan tenaga medis, serta jauh dari jangkauan Kota Ambon. Jika sampai terjadi ledakan kasus, akan sulit ditangani. Kasus Covid-19 di Maluku pertama kali diumumkan pada 22 Maret 2020.

Baca Juga  Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda November 2020

Menurut Kasrul, untuk tahap awal pemberlakuan normal baru, akses transportasi dari dan ke daerah itu tetap dibuka namun hanya mengangkut logistik berupa kebutuhan pokok. Orang luar belum diperbolehkan masuk karena berpotensi membawa virus.

“Selain pemerintahan, masyarakat juga bisa beraktivitas dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan. Jangan berpikir bahwa zona hijau jadi bebas bergerak,” katanya melansir kompas.id.

Menurut Kasrul, untuk tahap awal pemberlakuan normal baru, akses transportasi dari dan ke daerah itu tetap dibuka namun hanya mengangkut logistik berupa kebutuhan pokok. Orang luar belum diperbolehkan masuk karena berpotensi membawa virus.

“Selain pemerintahan, masyarakat juga bisa beraktivitas dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan. Jangan berpikir bahwa zona hijau jadi bebas bergerak,” katanya.

Baca Juga  Takdir Cintaku

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa prosedur normal baru terutama pada kantor pemerintahan maupun swasta akan disusun oleh setiap instansi masing-masing. Sebelum diterapkan pada pertengahan Juni nanti, satu atau dua pekan ke depan akan dilakukan sosialisasi dan simulasi.

Kasrul meyakini, pemberlakuan normal baru akan dengan mudah diikuti masyarakat. “Hampir tiga bulan, sudah melakukan sosialisasi dan simulasi,” ujarnya. (red/rtm/kompas)