Jurus Begal Penguasa Hadapi Perubahan

oleh -56 views

Oleh: Isa Ansori, Kolumnis dan Akademisi

Tampaknya politik menjelang 2024 berlangsung dalam dua model, satu berpolitik santun dan beradab yang dipertontonkan oleh Anies dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan dan satunya oleh kelompok lain yang tak suka Anies maju menjadi capres.

Politik telanjang tak lagi malu dipertontonkan, politik tukang begal, mengambil paksa milik orang lain dan memaksakan kehendak.

Politik itulah yang dipertontonkan oleh istana, dengan segala cara dilakukan asal kemauannya bisa dilaksanakan. Boleh saja istana mengelak dan be retorika, tapi faktanya bisa dibaca seperti itu.

Hobi begal nampaknya menjadi jurus pamungkas ketika calon korbannya sulit dibendung, hal nampaknya dilakukan kepada Anies Baswedan dan siapapun yang diindikasikan membantu memuluskan Anies menjadi capres.

Baca Juga  Deretan Brevet Mayjen TNI Rafael Granada Baay, Putra Tidore yang Diangkat Jadi Pangdam V/Brawijaya

Seperti yang terjadi pada Partai Demokrat. Usaha membegal Partai Demokrat meski masih dalam proses, tapi sepertinya mengalami jalan buntu, upaya lain yang dilakukan adalah dengan membujuk Partai Demokrat untuk masuk dalam koalisi pemerintah, namun sayangnya iman Partai Demokrat belum bisa diluluhkan.

Perlakuan kasar dan keras dialami oleh Partai NasDem. Partai NasDem yang jelas – jelas mencalonkan Anies dianggap telah berkhianat pada istana, padahal Partai NasDem sudah menjelaskan beliau akan mengawal kekuasaan sampai tuntas, meski Partai Nasdem tahu program yang digaungkan pemerintahan Jokowi mengalami kegagalan.

No More Posts Available.

No more pages to load.