Jurus Begal Penguasa Hadapi Perubahan

oleh -58 views

Namun yang harus dipahami adalah, dengan membangun koalisi dengan PDIP, dipastikan bahwa Jokowi sudah tak bisa cawe cawe, karena PDIP sudah menegaskan urusan capres dan cawapres adalah hak prerogatif ketua umum, Megawati Soekarno Putri. Dibutuhkan nyali besar untuk melawan kehendak Megawati. Kini Ganjar pun sudah semakin jauh dari Jokowi.

Harapan Jokowi kini hanya tinggal pada Prabowo, Jokowi bisa memaksakan kehendaknya, misalkan memasangkan Prabowo dengan Erik Thohir atau bahkan dengan Gibran. Apalagi sikap Prabowo yang cenderung tidak mau berkonflik, sehingga akan memungkinkan Jokowi mengajukan pilihannya menjadi cawapres Prabowo. Meski tentu ini akan membuat Cak Imin dan PKB marah, Namun hal ini bisa dilakukan karena Cak Imin dan PKB menurutnya cenderung akan mudah dikendalikan, karena kasus kardus durian yang dianggap menyandera.

Baca Juga  Tiga Komika Nasional Akan Hibur Warga Kota Ternate Dalam Stand Up Nite

Dinamika politik menjelang pendaftaran capres dan cawapres akan cenderung keras dan dinamis, dibutuhkan nyali dan kecerdasan untuk menghadapi. Jurus begal tentu akan semakin telanjang dan keras dilakukan terhadap siapapun yang dianggap akan mengancam kemapanan yang selama ini dinikmati.

Tapi percayalah bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan dan tak bisa dihentikan, apalagi kalau rakyat sudah berkehendak. Maka disinilah kita bisa memahami syarat nomor nol cawapres Anies, tidak bermasalah dan berani. Karena syarat itulah yang membuat jurus mereka tak berarti. Di sinilah terlihat kecerdasan Anies mengelola konflik yang dia hadapi, mengalahkan lawan tanpa harus mempermalukan dan mengeluarkan tenaga yang besar.

No More Posts Available.

No more pages to load.