Kabar Bupati KKT Ditangkap KPK Ternyata Hoax

oleh -157 views
Link Banner

Porostimur.com | Saumlaki: Beredar kabar sekitar pukul 20.00 WIT Bupatti Kabupaten Kepulauan tanimbar di tangkap oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) di jakarta .

Bupatti KKT Petrus Fatlolon SH.MH menjelaskan memang benar pada selasa tanggal 28 januari 2020 lalu, saya di demo oleh sekelompok masyarakat yang menamai dirinya Masyarakat Anti Korupsi asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), yang dilakukan di jalan Kuningan Persada,Jakarta Selatan.

Dalam aksi demo tersebut, salah satu orator demo, Fransensius Tolayuk mengatakan KPK harus segera memanggil dan memeriksa Bupati KKT Petrus Fatlolon atas dugaan korupsi yang telah dilaporkan masyarakat Tanimbar beberapa waktu lalu.

“Kami hadir disini untuk mendesak KPK agar segera memanggil Bupati Petrus Fatlolon, terkait hutang pihak ketiga KKT yang tembus Rp.98 milyar dalam tiga tahun. Bukti-bukti telah disertakan semua, tunggu apa lagi. KPK bukan sebagai nasi goreng yang hanya menggoreng kasus, segera periksa Bupati Fatlolon itu,”teriak Tolayuk.

Dia juga mengatakan KPK jangan hanya fokus terhadap masalah korupsi di bagian barat Indonesia saja, tetapi juga harus melihat para Bupati yang berpesta pora dengan uang rakyat khususnya di Tanimbar.

Baca Juga  Akrab di Manchester City, De Bruyne bela Sterling dari ejekan

“Kami minta KPK fokus terhadap masalah korupsi Bupati KKT, jangan hanya fokus dengan masalah di Jawa dan sekitarnya. Petrus Fatlolon harus dipanggil sesegera mungkin, kami berikan waktu 3×24 jam. Kalau belum ada surat pemanggilan juga maka kami akan kembali dengan jumlah masa yang banyak,”seru masa demo.

Sementara itu, Sonny H Ratissa yang ikut berorasi mengatakan laporan dugaan korupasi oleh Bupati KKT sudah di masukan ke KPK sejak 2018 lalu, namun hingha kini KPK belum juga memanggil Fatlolon untuk diperiksa.

“Laporan masyarakat ke KPK sudah sejak 2018 lalu,namun hingga saat ini KPK belum memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa. Masyarakat KKT berharap KPK segera mengungkap kasus dugaan korupsi Bupati Tanimbar agar terang benderang,”pinta Ratissa.

Lebih lanjut dia menjelaskan demo yang mereka gelar hari ini di depan Gedung KPK berbeda dari aksi demo-demo sebelumnya dimana demo tersebut menampilkan sebuah gerobak nasi goreng dengan pesan KPK bukan tukang tukang goreng kasus,olehnya itu terhadap dugaan korupsi Petrus Fatlolon, KPK diminta untuk action.

Baca Juga  STAI Babussalam Sula Gelar Dialog

“Demo ini berbeda dengan demo-demo sebelumnya, kami datang dari Tanimbar membawa pesan kepada KPK agar kasus Bupati Tanimbar jangan digoreng terlalu lama. Kasihan masyarakat di KKT sudah sangat susah,”ungkap putra Lelelengluan ini.

Berbeda dengan Sonny, salah satu masyarakat Tanimbar Rully Aresyeman juga ikut menyampaikan orasinya.

Rully mengatakan banyak kasus korupsi di Tanimbar yang hingga saat ini belum diketahui KPK. Selain itu, Tanimbar nantinya akan menjadi pusat kilang darat Blok Masela. Maka KPK di himbau mengawasi semua pergerakan Bupati Fatlolon dalam pengambilan kebijakannya.

“Tanimbar merupakan pusat berdirinya kilang-kilang Blok Masela nantinya. Kami masyarakat meminta KPK ikut mengawasi pergerakan Bupati Tanimbar dalam kebijakannya mengenai tanah-tanah adat, sebab kami tidak mau nantinya sebagian lahan dikuasai oleh sekelompok oeang atas kebijakannya,”ujar Rully.

Rully menambahkan selama ini banyak kebijakan Bupati Fatlolon yang dianggap tidak pro rakyat. Menurutnya lagi kebijakan-kebijakan tersebut selalu menguntungkan pribadi maupun kelompok tertentu.

Baca Juga  Suman-Bassam Resmi Kantongi Rekomendasi B1 KWK dari PKB

Untuk itu melalui aksi demo ini, saya mengharapkan KPK segera memanggil dan memeriksa Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon (dikutip dari N25NEWS.com).

Sementara itu, Abrosius Rahanwati, Anggota DPRD KKT ketika di konfirmasi media ini via telepon seluler menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu dan tidak mendengar berita tersebut, karena dirinya baru saja kembali dari kegiatan Reses di daerah dapilnya sendiri.

“Saya menyarankan untuk bisa mengkonfirmasi berita tersebut, langsung pada ketua DPD Partai Nasdem KKT,”tegasnya.

Selanjutnya, Gotlif Silety juga saat dikonfirmasi media ini via telepon seluler mengatakan bahwa dirinya baru mendengar berita ini ketika di telepon oleh wartawan.

“Berita yang beredar itu Hoax, sampai saat ini Bupatti sekarang masih ada di kantornya dan melakukan aktivitas kerja seperti biasa, setelah kembali dari jakarta,”tegasnya. (jefri)