Kabupaten Buru Akan Berlakukan Jam Malam Saat Pergantian Tahun

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Satuan Tugas Penanganan Covid -19 Kabupaten Buru, Maluku, akan memberlakukan jam malam tepat di saat penutupan malam akhir tahun pada 31 Desember 2020 yaitu mulai pukul 23.00 WIT hingga pukul 04.00 WIT dini hari tanggal 1 Januari 2021.

Pemberlakuan itu merujuk Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Buru, Nomor 03/ST-BURU/2020, tanggal 21 Desember 2020 yang ditandatangani Sekda M. Ilyas Hamid, SH, MH.

Sebelumnya surat tersebut telah disosialisasikan ke masyarakat hingga pelosok sampai ke wilayah pedesaan oleh Babinkamtibmas, Babinsa dan Linmas setempat.

Pada surat edaran tersebut diterangkan, bahwa Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Buru, maka perlu memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan COVID-19 pada masa tatanan normal baru.

Kemudian ketentuan diberlakukan jam malam itu tertuang dalam surat edaran poin 2(dua) butir (e) bahwa Seluruh warga masyarakat DILARANG beraktivitas diluar rumah / tempat tinggal pada malam pergantian tahun baru dari pukul 23.00 WIT sampai dengan pukul 04.00 WIT.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Ajak Seluruh Masyarakat Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Pemberlakukaan larangan beraktivitas di luar rumah sebagaimana diatur dalam point 2 huruf e tidak berlaku untuk Petugas keamanan dan tenaga medis, SPBU, Apotek, fasilitas kesehatan dan hotel sertqvAktivitas masyarakat yang akan berobat atau mengakses layanan fasilitas kesehatan.

Dalam edaran poin 2 itu ditegaskan. Jika Pelaksanaan acara perayaan pergantian tahun harus dilaksanakan secara terbatas dengan ketentuan sebagai berikut,

Di antaranya dilarang melaksanaan perayaan pergantian Tahun Baru 2020 ke 2021 yang berpotensi menciptakan kerumunaan (pesta kembang api, acara hiburan, acara di kawasan wisata, kafe, Jalan-jalan protokol, dll).

Perayaan tahun baru dapat diisi dengan kegiatan doa bersama yang dilaksanakan di rumah masing-masing atau tempat ibadah dengan ketentuan jumlah jamaah maksimal 50% dari kapasitas ruangan/tempat ibadah dengan menerapkan prinsip protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan Menjaga jarak).

Baca Juga  27-4-1521: Panah Beracun Mengakhiri Ekspedisi Ferdinand Magellan di Filipina

Masyarakat juga dilarang melaksankan kegiatan perkumpulan di sepanjang jalan, taman dan fasilitas umum yang dapat menimbulkan kerumunaan.

Seluruh tempat usaha mulai dari Supermaket/toko/kios/restoran/rumah makan/kafe dan sejenisnya, pada malam pergantian tahun baru wajib tutup pada pukul 22.30 WIT.

Khusus poin 1 (satu) tentang Pelaksanaan Natal tahun 2020 yang dirayakan oleh Umat Kristiani, tetap dapat dilaksanakan secara berjamaah/kolektif di seluruh Gereja dengan menerapkan ketentuan sebagai berikut: diantaranya, agar zetiap tempat ibadah (Gereja ) wajib menerapkan prinsip protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak ) terhadap seluruh jamaat sejak keluar rumah dan selama berlangsungnya ibadah Natal di tempat ibadah
Membatasi jumlah jamaat dalam pelaksanaan ibadah maksimal 50% dari kapasitas tempat ibadah.

Baca Juga  Murad Kukuhkan 45 Anggota Paskibraka Maluku, Tahun 2019

Menyediakan tempat cuci tangan / handsanitizer di pintu masuk tempat ibadah.

Melaksanakan pengukuran suhu tubuh dipintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah.

Dijelaskan juga bahwa Jika ditemukan jamaat dengan suhu >37,5° ( 2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki rumah ibadah.

Sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah natal, agar tempat ibadah dilakukan penyemprotan disinfektan serta memasang himbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat yang mudah terlihat.

Sedangkan Acara kunjungan/silahturahmi dan ucapan Natal secara langsung ditiadakan, dan diganti dengan pemberian ucapan selamat Natal melalui media social, sms dan telepon. (ima)