Kades Capalulu dan Boss Azzahra Mediasi di Polres, Bicara Fee Kayu Hingga HP Android

oleh -51 views
Link Banner

Porostimur.com – Sanana: Direktur CV.Azzahra Karya, Djawal Fokaaya mengungkap fakta baru terkait dugaan grativikasi yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Capalulu, Sanip Umasangaji dengan perusahaan kayu bulat yang beroperasi di Desa Wailoba, Kecamatan Mangolo Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara itu.

Fokaaya mengaku, Kades Capalulu, Sanip Umasangaji sudah membicarakan tentang pembagian fee desa atas pengambilan kayu di kawasan hutan Desa Capalulu dengan pihak perusahaan.

Saat di temui awak media di Polres Kepulauan Sula, Rabu (22/9/2021), Djawal Fokaaya, menyampaikan bahwa Kades Capalulu, meminta dirinya untuk membelikannya sebuah handphone saat membicarakan tentang pengambilan kayu oleh perusahaan di kawasan hutan Desa Capalulu beberapa waktu lalu.

“Awalnya kami berdua ketemu untuk bicarakan soal fee pengambilan kayu di kawasan hutan Desa Capalulu, dan telah disepakati oleh kami pihak perusahaan dan Sanip Umasangadji selaku Kepala Desa Capalulu, dari kesepakatan itu kami sepakati perkubik di bayar Rp.25 ribu disesuaikan dengan Peraturan Bupati lewat SK 306. Dan itu selesai, namun setelah itu Sanip kembali meminta lagi kepada saya untuk membelikan HP android, dengan berat hati terpaksa saya belikan HP Merek Oppo A54. Jadi disini terkesan kami diperas,” beber Djawal.

Diceritakan, dirinya bersama kepala Desa Capalulu, sudah ada pembicaraan itu namun ada beberapa warga yang kembali menahan paksa tiga unit alat berat jenis traktor karena mengabil kayu di lahan masyarakat Capalulu

Baca Juga  Usai Pengamanan Pilkada di Sulsel dan Papua, 100 Personil Brimob Polda Maluku Tiba Kembali di Ambon

“Selain beli HP Itu, kemudian sudah ada pembicaraan dengan kepala desa, masa mereka kembali tahan alat ini ada apa sebenarnya,” keluhnya.

Djwal bilang, dirinya sudah mediasi dengan Kades Capalulu di Polres Kepulauan Sula, untuk membayar kerugian ketika perusahaannya mengambil kayu di lahan masyarakat Capalulu, namun catatannya pihak Polres harus turun  ke lokasi melihat tapal batas ketika ada temuan maka dirinya siap menganti kerugian.

“Tadi hasil mediasi kami bersama Kepala Desa Capalulu, mediasi di Polres Sula agar alat berat kami dikembalikan. Saya buat pernyataan, ketika ada kayu mereka ditebang kami siap ganti, namun pihak Polres harus turun dulu sehingga tapal batas bisa diukur,” tukasnya.

Baca Juga  Bupati Halmahera Selatan Buka Karya Bhakti Kodim 1509/Labuha Tahun 2021
Hendpone (HP) Oppo A54 pemberian Dirut CV. Azzahra Karya, Djawal Fokaaya ke Kades Capalulu, Sanip Umasangaji

Secara terpisah, Kepala Desa Capalulu, Sanip Umasangadji, membantah pernyataan yang disampaikan Djawal. Sanip bilang dia tidak memeras Dirut CV.Azzahra Karya, namun menyangkut dengan HP itu sendiri diberikan oleh Dirut CV. Azzahra Karya secara cuma-cuma.

“Kalau soal HP itu Djawal yang kasih di saya, karena saya bilang saya tidak ada HP, lantas dia bilang kalau saya minta ke dia itu salah,” tegasnya.

Terkait penahanan alat berat jenis traktor oleh warga Capalulu, Sanip menyebutkan besok akan dikembalikan ke pihak perusahaan CV. Azzahra Karya di desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah.

“Kalau tiga unit traktor yang diambil oleh warga saya dan sesuai kesepakatan tadi di Polres, besok akan dikembalikan. Namun pihak Polres akan turun ke lokasi bersama dengan pihak kecamatan untuk kita ukur tapal batas wilayah,” pungkas Sanip. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.