Kades Ona Diduga Korupsi, Warga Palang Kantor Desa

oleh -181 views
Link Banner

Porostimur.com| Sanana: Masyarakat Desa Ona, Kecamatan Sulabesi Barat (Sulbar) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melakukan aksi palang Kantor Desa karena Pejabat Kepala Desa Arifin Sangadji, serta Bendahara Desa Adibing Fataruba, diduga menggelapkan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 sebanyak Rp. 247 Juta.

Perwakilan warga Hasbi Tidore kepada media ini, Rabu (18/12/19) pagi, membenarkan bahwa pekan kemarin warga Desa Ona melakukan palang Kantor Desa dan Bangunan PAUD dengan tuntutan sebagai berikut:

Pertama, Pj Kades dan Bendahara Desa harus transpransi Anggaran DD dan ADD. Kedua, Warga meminta Dokument APBDES Tahun 2016 s/d 2019. Ketiga Mantan Kades dan Pj Kades serta Bendahara Desa segera Pertanggungjawabkan ADD dan DD dari Tahun 2016-2019.

Baca Juga  Kapolda Maluku Serahkan DIPA RKAKL Tahun 2021

Tuntutan Kelima, Pj. Kades dan Bendahara Desa segera mempertanggungjawabkan anggaran pembangunan Paud dan MCK yang menghabiskan Rp.247 Juta.

Kelima Pejabat Desa segera mengaktifkan Sekretaris Desa Ona dan sejumlah pengurus Desa di tingkat bawah, karena diduga Pj Kades merangkap Jabatan Sekretaris Desa Ona, Tegasnya

“Anehnya Pj Kades dengan sengaja menonaktifkan jabatan Sekretaris Desa sudah mencapai satu tahun lebih dengan alasan bahwa orang diatas (Pemda) yang atur tanpa menyebutkan siapa orangnya? apakah Bupati Kepsul Hendarata Thes atau Kepala BPMD Kepsul Abdul Fataha yang mengatur struktur pemerintahan Desa Ona”, ucap Hasbi.

Lebih lanjut, kata Hasbi Pejabat dan Bendahara Desa Ona punya seribu alasan dan ratusan jurus untuk membongi warga dan menangukti pemuda serta sejumlah mahasiswa dengan membawa-bawa nama Pemerintah Daerah (Pemda) serta Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kepsul sehingga dapat menutupi seluruh kebohongan pengelolaan anggaran DD dan ADD Desa Ona.

Baca Juga  Ingin Dekat Dengan Fans, Atlet Ski Cantik ini Umbar Nomor HP di Twitter

Perlu diketahui bahwa Pembangunan Paud telah menghabiskan Anggaran Rp.170 juta dan MCK sebanyak Rp.77 juta dengan jumlah keseluruhan sebanyak Rp.247 Juta tersebut habis tanpa bukti, artinya sampai saat ini proyek pembangunan tersebut masih terbengkalai dan tidak bisa dinikmati oleh warga.

Sehingga itu, Kata Hasbi, Seluruh masyarakat Desa Ona meminta kepada Bupati Kepsul Hendrata Thes dan Kepala BPMD agar segera membentuk Sekretaris Desa Ona dan Menggantikan Pj. Kades serta Bendahara Desa Ona.

Selain itu, Kami juga meminta kepada pihak penegak Hukum yakni Kejari dan Polres Kepsul agar segera mengadili Pj Kades dan Bendahara Desa Ona.

“Jika permintaan kami tidak dapat di restui maka Kantor Desa dan Bangunan Paud akan di palang untuk selama-lamanya”, tutup Hasbi. (ifo)