Kadis & Mantan Kadis Prindagkop Diperiksa Penyidik Tipikor Polres Kepsul

oleh -156 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Kapala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Kepulauan Sula, Sofia Samlan dan mantan Kadis Perindakop Bakri Abdul Rauf akhirnya diperiksa Penyidik Tipikor Polres Kepulauan Sula.

Keduanya diperiksa terkait Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Basanohi yang dilaporkan ke Polres Kepulauan Sula oleh HMI Cabang Sanana dan PMII Cabang Kepulauan Sula belum lama ini.

Pasar berlantai dua yang berlokasi di ibukota Kabupten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, itu menguras anggaran sebesar Rp6 miliar yang bersumber dari APBN Tahun 2018.

“Saya diperiksa terkait pencairan anggaran secara administrasi pembangunan pasar yang anggarannya bersumber dari APBN tahun 2018 senilai Rp6 miliar”, kata mantan Kadis Perindagkop, Bakri usai menjalani pemeriksaan di Polres Kepsul.

Link Banner

Menurutnya pekerjaan proyek pembangunan pasar dua lantai itu telah selesai dikerjakan. Ia hanya dimintai keterangan atas waktu pekerjaan yang mengalami keterlambatan,jelasnya.

Baca Juga  Ditahan Imbang 2:2 oleh Puncak Kota, Loko Putra Sebut Kecewa dengan Wasit

“Waktu pelaksanaan pekerjaan tiga bulan kalender dan tidak bisa diadendum karena itu anggaran pusat”, ungkap Bakri.

Bakri menambahkan, meski pekerjaan terlambat, pihaknya selaku Kadis Perindagkop saat itu berupaya menyelesaikan pekerjaan. “Dan denda keterlambatan atau semua temuan BPK RI Perwakilan Malut sudah di selesaikan”, tuturnya.

Sementara itu, Kadis Perindagkop Sofia Samlan saat keluar dari ruang Tipikor Polres Sula sore hari kemarin enggan berkomentar soal pemeriksaan dirinya.

“Nanti baru wawancara di kantor,” ujar Istri mantan anggota DPRD Kepsul tiga periode Faruk Bahnan ini.

Sekedar informasi, bahwa penyataan mantan Kadis Perindagkop, Bakri berbeda dengan nilai kontrak.

Dimana Proyek Pembangunan Pasar Basanohi dengan nomor kontrak: 910.916/605.3/01/ Koperasi-KS/2017 tanggal kontrak: 04 Oktober 2017 dengan nilai kontrak sebesar Rp.5.637.218.966 waktu pelaksanaan 89 hari kelender, tahun anggaran 2017 yang bersumber dari APBN dan dikerjakan oleh PT. Inasko Cipta Bersama. (ifo)