KAHMI Malut minta proses hukum dan Pecat anggota HMI pelaku pengrusakan sekretariat dan Pembakaran Bendera HMI di Cabang Sanana

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Sekretaris Umum Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara, Hasby Yusuf meminta penguins HMI Cabang Sanana agar melakukan pemecatan dan memproses secara hukum dua orang oknum kaders yang melakukan pengrusakan dan pembakaran bendera HMI di Sanana.

Menurut Hasby, pemecatan dan proses hukum harus menjadi solusi agar setiap Kader HMI dapat bertindak dan berpikir sebagaimana pesan konstitusi HMI.

“Terkait pengrusakan sekretariat dan pembakaran bendera HMI di Cabang Sanana. Saya sebagai Sekretaris Umum KAHMI Maluku Utara atas nama keluarga besar KAHMI telah berkoordinasi dengan Ketum HMI Cabang Sanana dan juga KAHMI daerah Sula terkait peristiwa tersebut”, ujarnya.

Hasby bilang, musyabab dari tindakan tidak terpuji ini hanya persoalan internal cabang dan spesifiknya hanya soal perbedaan pendapat.

Link Banner

“Bagi kami perbedaan pendapat itu hal yang biasa dalam organisasi karena itu semestinya disikapi secara dewasa dan tak perlu melakukan tindakan premanisme atau barbar. Menurut pandangan kami sebagai organisasi mahasiswa yang berasaskan Islam, anggota HMI harus mengedepankan semangat intelektual, etika dan moral yang tinggi dalam menyikapi segala dinamika baik internal maupun eksternal. Kader HMI harus mampu berdiri diatas landasan Konstitusi organisasi dan bersikap sebagai kader mahasiswa Islam yang bermoral dan beretika”, beber Hasby.

Baca Juga  KPU RI: Bitung Pertama Kali Laksanakan Penandatanganan NPHD

Dikatakan Hasby, menurut pandangan KAHMI, sikap anggota HMI yang membakar bendera organisasi adalah wujud tindakan merendahkan dan merusak nama organisasi. Suatu bentuk sikap yang selain menunjukkan kebodohan juga melanggar standar etika berorganisasi.

“Bendera dan logo HMI adalah simbol organisasi yang sejatinya dijaga dan dihormati. Karena logo dan bendera HMI ada sejarah dan tafsir konstitusi di dalamnya”, ungkapnya.

“Karena itu kami berpendapat dan meminta HMI Cabang Sanana dan KAHMI Sula agar mengusut kasus ini secara tuntas. Dan meminta pelakunya di pecat dari keanggotaan HMI serta diproses secara hukum”, tegas Hasby.

“Sebagai organisasi Kader, HMI harus membenahi pengkaderan agar melahirkan kader intelektual, bermoral dan beretika. HMI harus jadi laboratorium kepemimpinan mahasiswa dan pemuda muslim yang militan, dan bukan sarang para preman dan berpikir primitif”, pungkasnya. (ifo)