Kajari Bitung Tetapkan Tersangka, Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan

oleh -171 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung akhirnya menepati ‘janji’ membeberkan pentapan tersangka atas perkara dugaan tindak pidana Korupsi (Tipikor) di Dinas Kelautan dan Perikanan RI pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung.

Pada November 2019 pihak Kajari Bitung berjanji akan merilis penetapan tersangka kasus di Dinas perikanan dan kelautan tersebut, pada bulan Desember 2019.

Namun hal itu baru dilakukan Kajari Bitung, pada Januari 2020.

Penetapan tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka No.55/P.1.14/Fd.1/01/2020 tgl 20 Januari 2020, Surat Penetapan Tersangka No.56/P.1.14/Fd.1/01/2020 tgl 20 Januari 2020 berinisial FSAM dan Surat Penetapan Tersangka No.57/P.1.14/Fd.1/01/2020 tgl 20 Januari 2020.

Dalam rilis yang dilayangkan Kajari Bitung melalui Kasi Intelijen Budi Kristiarso SH MH, pihaknya sudah menetapkan tiga tersangka pada kasus Dana Tugas Pembantuan Kementerian DKP Tahun Anggaran 2015.

“Tersangkanya perempuan LJM alias Lis aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Kelautan dan Perikanan, perempuan FSAM alias Ferin ASN Dinas Kelautan dan Perikanan dan tersangka ketiga pria FFAP alias Frans,” kata Budi kepada Porostimur.com melalui person WhatsApp, Rabu (29/1/2020).

Baca Juga  Ekspor Maluku Turun 93,50 Persen Pada November 2019

Dijelaskannya dari ketiga tersangka, satu di antaranya oknum pejabat, satu kepala bidang di dinas perikanan dan kelautan Kota Bitung.

Satu nama lagi, tersangka FFAP alias Frans adalah pelaksana proyek yang juga sebagai direktur CV Buana Lestari.

Adapun perkara dugaan tipikor pengelolaan dana tugas Pembantuan Kementerian kelautan dan perikanan RI, pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bitung dalam pekerjaan pengadaan peralawatan dan mesin gedung produksi tepung ikan, senilai Rp 765.400.000 tahun anggaran 2015.

Mereka terindikasi perkara dugaan Tipikor pengelolaan dana tugas perbantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung, dalam pekerjaan pengadaan peralatan dan mesin gedung Produksi Tepung Ikan senilai Rp 765.400.000, Tahun Ajaran 2015.

Baca Juga  ACT Kirimkan Bantuan Logistik ka 3 Titik Terdampak Parah Gempa Maluku

Kasus korupsi ini masih dalam pengembangan dan tidak menutup kemungkinan, selain dua ASN dan satu kontraktor, masih ada tersangka lain.

Adapun pasal yang kami sangkakan kepada mereka yakni, Pasal 2 ayat (1) jo, Pasal 3 UU No. 20/2001 tentang Tipikor jo dan Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, tutup Budi. (dan)