Kakanwil Kemenag Malut Isi Dialog Interaktif Wawasan Kebangsaan dan Akhlaq Bernegara

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Perhimpunan Dewan Masjid Indonesia Provinisi Maluku Utara menggelar dialog Interaktif Jumat Mubaraq dengan tema Wawasan Kebangsaan dan Akhlaq bernegara yang di laksanakan di RRI pro 1 Ternate.

Dialog diisi oleh 3 pembicara yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agaman Provinsi Maluku Utara H. Sarbin Sehe, ketua DMI Malut H. Muksin S Abubakar serta dari Akademisi IAIN Ternate Muhammad Amrin

Pada kesempatan tersebut Kakanwil H. Sarbin Sehe menegaskan, Wawasan Kebangsaan merupakan konsep politik bangsa Indonesia, yang memandang Indonesia sebagai suatu kesatuan wilayah yang meliputi Darah, Tanah, Laut dan Udara sekaligus menjadi pemersatu bangsa secara menyeluruh baik mencakup politik, Hukum, Ekonomi, Sosial budaya yang menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya karena diikat dengan Konsensus Nasional( Pancasila, Bhineka Tinggal Ika, UUD 45 dan NKRI).

Baca Juga  Pangdam XVI/Pattimura Tinjau Keramba di Teluk Ambon

“Jika salah satu Konsensus Nasional di ganggu maka akan terganggu juga etika bernegara,” ujarnya.

Kakanwil melanjutkan, dalam prespektif yang lain etika bernegara adalah Komitmen kesadaran bersama-sama berbangsa dan bernegara dalam merasa memiliki dan mencintai negara.

Lanjut Kakanwil, dalam aspek yang lain pula, ada nilai-nilai kepatutan yang ketika diganggu nilai-nilai kepatutan itu,maka akan terganggu etika bernegara misalnya soal hukum negara, hukum agama, hukum adat istiadat serta hukum sosial lainnya

H. Sarbin menyebutkan, ketataan serta etika terhadap Negara dalam aspek yang lain juga yaitu menaati segala bentuk ketentuan negara dengan cara yang baik dan benar dalam rangka kepentingan mewujudkan tujuan bernegara atau visi negara.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Nusaniwe Gelar Operasi Yustisi

Selain hal tersebut, Kakanwil juga mengatakan bahwa, kita harus sadari dari kesemuanya yang menjadi pilar penting dalam bernegara yaitu masalah akhlak, karena hal ini juga menjadi kunci peradaban kemanusiaan.

“Dalam konteks inilah,penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam prespektif Islam taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan taat kepada pemerintah harus diimbangi dengan ketaatan terhadap negara sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tukasnya.

Untuk itu, selaku kakanwil dirinya berharap kepada semua elemen bangsa agar terus memperkuat integritas dan nilai-nilai kebangsaan persatuan dan kesatuan serta politik kebangsaan yang mementingkan kepentingan bangsa, kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan.

“Politik kebangsaan harus diterjemahkan kedalam aksi nyata seperti menjaga keutuhan Negara,membangun harmoni diantara masyarakat yang beragam, memperjuangkan kepentingan umat dll,” tutupnya.

Baca Juga  SKK Migas KKKS Pamalu Sumbang APD untuk Papua Barat

Untuk diketahui bahwa Kegiatan dialog ini dipandu oleh Haikal Dapitan ketua Prima DMI dan Ratih. (alfian/inmas)