Kakanwil Kemenag Malut: Anggaran Boleh Sama, Inovasi Harus Beda

oleh -50 views
Link Banner

Porostimur.com | Sofifi: Tahun telah berganti, program-program telah selesai dijalankan, pencapaian-pencapaian serta pertanggung jawaban di Tahun 2019 pun telah tertulis dalam lembaran-lembaran laporan.

Yang tersisa hanya bagaimana kita mampu menganalisa kesalahan dan kekurangan di Tahun 2019 sebagai sebuah pengalaman yang tidak akan terulang dan untuk ditingkatkan di tahun 2020.

Anggaran yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2020 Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara tidak jauh beda dengan Tahun 2019, akan tetapi saya berharap outputnya harus lebih baik, lebih efektif-efisien dan lebih tepat sasaran.

Demikian salah satu harapan yang disampaikan H. Sarbin Sehe, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara saat memberi sambutan pada kegiatan Penyerahan SK Pengelola Kegiatan Tahun 2020, Kamis (09/01) di Aula Kanwil Sofifi.

Link Banner

Selanjutnya Kakanwil menegaskan untuk mewujudkan output program yang lebih baik maka diperlukan kerja keras dan ikhlas dalam bentuk langkah-langkah inovatif konstruktif demi kepentingan negara serta institusi dalam menjalankan pelayanan terhadap masyarakat. “Jumlah anggaran boleh sama, inovasi harus beda”,

Baca Juga  Kepsek SMPN 4 Ambon bantah terjadi pungli

Selain itu H. Sarbin mengingatkan tema besar Moderasi Beragama harus bersentuhan disetiap program, baik sisi materi maupun output dari kegiatan. “Wujudkan Moderasi beragama harus menjadi jiwa dan semangat dalam setiap program” pinta Kakanwil.

Lebih lanjut Kakanwil mengingatkan semua pengelola kegiatan yang telah di SK kan untuk menjaga “kesadaran”. Kesadaran tersebut adalah sadar akan faham dan taat aturan serta regulasi, sadar akan fungsi-manfaat kegiatan dan terakhir sadar pelaporan”. Jelas Kakanwil.

Menurut Kakanwil Kepala Subag dan Seksi harus meningkatkan intensitas pengawalan terhadap program baik pengawasan, pelaksanaan serta manfaat dan konsekuensi dari program itu sendiri, sehingga jangan ada lagi tanggung jawab hanya dibebankan kepada pengelola.

Baca Juga  Selama Pandemi, Bandung Cetak 1.355 Janda Baru

Terakhir, Kakanwil menghimbau seluruh jenis pembayaran baik pembiayaan program maupun semua jenis belanja harus menggunakan non tunai sebagai pelaksanaan tertib administrasi, dengan target seluruh pembayaran 100% menggunakan non tunai pada tahun 2020. (adhy/inmas)