Kakek 70 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Waebini

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea:
Seorang kakek berusia 70 tahun asal Desa Jamilu, bernama Lambone Buton, yang sehari harinya beraktifitas sebagai petani ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban ditemukan dalam keadaan tersangkut di antara pokok pohon bambu di tengah Sungai Waebini, Desa Safanajaya, kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.

Kasatreskrim Polres Pulau Buru, AKP Handri D Azhary ditemui di ruang kerjanya Selasa (9/2/2021) membenarkan peristiwa itu.

“Kita dapat informasi ada mayat yang tersangkut pohon di tengah sungai Waebini di Alur Pepaya,” ungkap Handri.

Link Banner

Handri mengatakan, di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan diperkuat dengan hasil visum dokter di Puskesmas Waeapo.

Korban tidak lagi diotupsi karena telah dibawa pulang keluarga ke Desa Jamilu, Kecamatan Namlea dan langsung dikuburkan.

Baca Juga  Tim SAR Lanjutkan Pencarian Terhadap Purnawirawan TNI-AL yang Terseret Ombak di Pantai Hative Besar

Keterangan yang berhasil dikumpulkan lebih jauh menyebutkan, Lambone Buton pertama kali ditemukan pada Senin (08/02/2021) sekira pukul 11.00 WIT, oleh warga Safanajaya bernama Rafiudin (25 tahun).

Di hadapan Kasatreskrim, AKP Handri D Azhary dan anggotanya, saksi Rafiudin menceritakan, saat itu ia sedang melakukan aktifitas menghanyutkan kayu bakar di sungai dan berjarak sekitar 30 meter dari posisi ditemukan korban.

Saat sudah dekat sekitar empat meter, Rafiudin melihat seseorang mengenakan baju kaos dan bercelana pendek yang tersangkut pokok pohon bambu dalam posisi tertelungkup.

Saksi lantas mengabari hal itu ke mertuanya La Heri (69 tahun) dan mertuanya memintanya kembali lagi ke TKP untuk memastikan korban itu perempuan atau laki-laki. Sesudah itu informasi tersebut diteruskan kepada pihak yang berwajib.

Baca Juga  Mahasiswa Batabual minta Sekkab Buru diperiksa

Sejam kemudian Kapolsek Waeapo, Iptu Jainal dan anak buahnya tiba di TKP dan disusul Kasatreskrim AKP Handri dan anak buahnya dari Mapolres Pulau Buru.

Setelah olah TKP, korban dievakuasi ke Puskesmas Safanajaya guna divisum oleh dokter.

Karena di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, ada dugaan sementara kalau korban tewas terbawa arus banjir sungai Waebini saat hendak menyeberangi sungai tersebut.

Usai divisum, korban lantas dibawa pulang ke rumah duka.Pihak keluarga menolak untuk jenazah korban diotopsi dan juga menduga kalau kakek malang ini tewas terseret arus sungai.

Afdil Buton (21 tahun), anak korban mengisahkan, pada hari Ahad (7/2/2021), sekitar pukul 17.00 WIT, ia yang mengantar ayahnya pergi ke kebun dengan motor.

Baca Juga  Cegah Virus Covid-19, Mapolres Kepulauan Sula Disemprot Disinfektan

Walau tinggal di Desa Jamilu, ayahnya punya kebun letaknya di belakang Desa Safanajaya. Dan ayahnya menginap di rumah kebun selama 2-3 hari untuk memanen hasil guna dijual ke pasar.

Ia tahu ayahnya tewas dari informasi yang disampaikan warga.Karena itu ia bergegas bersama keluarga ke TKP dan menemukan ayahnya sudah tewas.

Afdil curiga ayahnya tewas terbawa arus saat korban nekad menyeberangi sungai yang sedang meluap. Kemudian korban tersangkut pohon yang hanyut dan ditemukan warga. (ima)