Kalah Pilkades, Petahana Cabut Paksa Tiang Listrik yang Disumbang untuk Desa

oleh -209 views
Link Banner

Porostimur.com – Pati: Kasus kalah pemilihan umum hingga membuat calon frustasi sudah kerap terjadi di Indonesia.

Belakangan ini kasus serupa kembali terjadi di Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Dilansir dari TribunJateng.com, seorang calon kades gagal cabut paksa tiang lampu di desanya.

Ada sekitar 30 tiang yang sudah dicabut hingga saat ini.

Mantan kades ini ternyata tak terima dirinya kalah dalam Pilkades 10 April lalu.

Tiang lampu yang dipasangnya saat menjabat pun akhirnya dicabut paksa.

Kepala Desa Guwo, Sutaji mengatakan bahwa pencabutan tiang lampu penerangan itu tidak ada pemberitahuan kepada pihak desa.

Aksi itu dimulai pada Selasa (26/10/2021), pihak mantan kades dan orang suruhannya melakukan pemutusan jaringan.

Baca Juga  Harga Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru Melonjak

Setelah dilakukan pemutusan listrik, tiba-tiba di beberapa titik pal langsung dilakukan pencabutan.

Kemudian pencabutan dilanjutkan pada Rabu (27/8/2021).

“Ketika pal (tiang, red) mau dicabut, saya sudah mengutus dua perangkat agar berkomunikasi dengan mantan kades, Pak Sulhan.”

“Namun hingga saat ini belum ada hasilnya. Hari ini ada pencabutan pal lagi, tadi saya datang ke lokasi agar dihentikan dulu,” katanya kepada media Rabu (27/10/2021)

Diketahui, di desa tersebut ada 125 titik lampu jalan desa.

Tiang lampu itu didirikan oleh mantan Kades Guwo, yakni Sulhan pada saat dirinya menjabat pada periode kedua sebagai janji politik saat mencalonkan diri.

Setelah dirinya terpilih, pal itu pun langsung didirikan dan dikasih lampu penerangan.

Baca Juga  Try out II, siswa SMPN 6 Ambon diharapkan sudah siap

Namun, saat Sulhan kembali mencalonkan lagi sebagai kades untuk periode ketiga, ia tidak terpilih.

Diduga karena kekalahan itu, tiang lampu yang semula didirikan pada masa jabatannya di periode kedua, dilakukan pencabutan secara paksa.

Sutaji mengatakan, malam ini pihaknya akan mengeglar musyawarah desa (musdes) membahas soal ini.

Ia menyebut, jika mantan kades meminta ganti rugi, maka pihaknya sudah menyiapkan uang yang diambilkan dari Dana Desa (DD) untuk mengganti 125 tiang.

“Ini kan dinikmati banyak masyarakat, pal yang didirikan juga di tanah masyarakat. Kami anggap ini sudah menjadi milik desa.”

“Karena itu, kalau pal dicabut paksa, jangan lah. Kalau minta ganti rugi, akan kami rembuk dulu. Karena kalau dicabut, jalan ini juga akan gelap,” pungkasnya.

Baca Juga  Sinopsis Little Women, Film Nominasi Oscar 2020

(red/gridhot)