Kamu, Hujan dan Kenangan

oleh -170 views

Cerpen Karya: Nimas Redisti Pradnya Paramita

Dia adalah pangeranku, aosok yang memikat hatiku dengan senyumnya yang menawan. Bagiku dia adalah mimpi, yang selalu ingin kugapai. Bermula dari rasa kagum, yang semakin berkembang tiap harinya. Perasaanku padanya tak dapat diungkapkan oleh kata.

Hari ini masih sama, aku menatap dirinya yang duduk di pojok depan samping pintu. Kadang, dia bergurau dengan teman-temannya, atau termenung sendirian, sesekali pula bermain dengan pulpen di tangannya. Rambutnya yang tertiup angin menari dengan indah, membuatku tertawa kecil.

“Kamu lihat apa sih?, kok dari tadi bengong aja?” Tanya teman disampingku, Risa namanya.
“Nggak kok bukan apa-apa, itu kelas lain lagi pelajaran olahraga” Ucapku berbohong.
“Bohong ah, kamu pasti lagi merhatiin dia kan?” Goda temanku yang lain.
“Nggak lah, Buat apa merhatiin dia?” Aku berusaha mengelak.
Mereka hanya tersenyum jahil dan tidak membalas ucapanku.

Baca Juga  KPK Tangkap Muhaimin Syarif, Tersangka Penyuap Gubernur Malut AGK

Semua orang di sekolah ini tentunya tahu, bahwa aku menyukai dirinya. Entah bagaimana berita itu bisa tersebar kemana-mana. Sejujurnya tidak ada yang menentang perasaanku padanya, Malah mereka mendukungku sepenuhnya. Namun, meskipun satu dunia mengharapkan aku bersamanya bila dia tidak merasakan hal yang sama, tetap saja kami tidak bisa bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.