Kantor Advokad Muda Asal Maluku Ini Terima Platinum Lawyer Indonesia Award 2021

oleh -145 views
Link Banner

Porostimur.com | Surabaya: Kantor Pengacara P-P & Patners di Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, menjadi salah satu kantor pengacara yang mendapat penghargaan dari Yayasan Penghargaan Prestasi Indonesia (YPPI).

Kantor Pengacara P-P & Patners masuk nominasi pihak YPPI karena sebagai kantor pengacara kategori advokat muda yang punya kantor sendiri. Selain itu, eksistensi perkara yang ditanganinya 80 persen memuaskan dan dicatat setiap tahunnya.

Penghargaan yang diberikan tersebut berupa sertifikat dan award button yang telah diserahkan pada akhir Agustus 2021 lalu di salah satu hotel di Surabaya.

Rolland E Potu, Founder P-P & Patners Law Office sempat kaget ketika dihubungi pihak panitia untuk datang ketempat acara karena menerima penghargaan tersebut. “Kami kaget, tiba-tiba kantor kami terpilih sebagai nominasi,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Mesi begitu, ia mengucapkan banyak terimakasih atas penilaian Yayasan Penghargaan Prestasi Indonesia (YPPI) terhadap kantornya, hingga memberikan penghargaan.

Baca Juga  Jelang Pilkada 2020 Polres Halsel Jalin Sinergitas Tokoh Redam Kerawanan

“Kami ucapkan terimakasih banyak. Ini akan menjadi semangat kami untuk lebih profesional dalam menjalankan profesi, membela hak-hak klien dan orang-orang tertindas,” terang Rolland.

Tangani Kasus Besar Hingga Perhatian Publik

Perkara yang ditangani Kantor Pengacara P-P & Patners yang menjadi perhatian publik di antaranya perkara perdata sengketa lahan 6 hektar di dekat Bandara Ambon, di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon Provinsi Maluku.

Sengketa objek tersebut pada tingkat pertama kalah hingga inkcrah. Namun, Kantor Pengacara P-P & Patners mendapat kuasa dari Max Millian Rumoei (dulu tergugat) untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Alhasil, majelis hakim PK mengabulkan permohonan PK Max Millian Rumoei.

Selain perkara tersebut, perkara yang menjadi perhatian publik yaitu kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan Erlita Dewi atas meninggalnya putrinya, AP (15). Pihak pelapor meminta autopsi putrinya tersebut hingga harus membongkar makam putrinya.

Baca Juga  Saorang Warga Bitung Meninggal, Diduga Terpapar COVID-19

Namun dalam kasus tersebut, Kantor Pengacara P-P & Patners bukan mendampingi pelapor, melainkan mendampingi pihak saksi yaitu Agung Rahardjo yang notabenya mantan suami pelapor. Pihak pelapor didampingi Tim Kopi Johny Hotman Paris Hutapea.

Selain itu tim pengacara yang dikomandani Rolland E Potu itu juga mendampingi Linda Dewi, yang notabenya istri Agung Rahardjo.

Meski kasus tersebut tengah diselidiki pihak Polresta Sidoarjo dan telah dilakukan autopsi sejak April 2021 lalu, namun hingga kini hasilnya masih belum keluar. “Kami sudah bersurat agar hasil autopsi itu dibuka,” ungkap Rolland.

“Karena sampai sekarang tidak ada kelanjutan dan panggilan ke klien saya, hanya sekali saja diperiksa. Ini artinya dalam perkara tersebut memang anak yang meninggal itu karen sakit, bukan karena dugaan kekerasan maupun yang lainnya. Ini biar ada kepastian hukum,” tegas pengacara asal Ambon itu.

Sejarah Berdiri Kantor

Kantor Pengacara P-P & Patners berdiri sejak tahun 2016 berlokasi di Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, Jawa Timur. Meski masih terbilang baru, namun perkara pidana maupun perdata yang ditanganinya cukup banyak dan rata-rata memuaskan.

Baca Juga  Tangkap 53 Terduga Teroris di 11 Provinsi, Polri Paparkan Sumber Pendanaan Kelompok JI

“Kami selalu bersyukur setiap perkara yang kami tangani selalu sesuai harapan klien. Setiap perkara selalu kami kaji secara mendalam, kami selalu sampaikan apa adanya kepada klien. Kami tak mau menjanjikan apapun,” aku Rolland.

Sukses mendirikan kantor di Ibu Kota Jawa Timur, Surabaya, pihaknya mulai melebarkan sayap. Empat tahun berselang, tepatnya tahun 2020 mulai mengembangkan kantor di wilayah Ibu Kota Indonesia, tepatnya di Cibubur, Kecamtan Ciracas, Jakarta Timur.

“Kedua kantor sampai hari ini masih tetap eksis,” ucap pengacara yang juga menjabat Pengurus Bidang Advokasi dan Perlindungan Anggota Real Estate Indonesia (REI) Jatim itu.

(red/beritajatim)