Kantor DPRD Dibakar, Kota Manokwari Mencekam

oleh -51 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Video rusuh di Papua Barat makin meluas dan kini telah terjadi penjarahan sejumlah toko serta supermarket. Toko Samsung  dijarah. Shoow roomn dan food mart terbesar dibakar.

porostimur.com | Manokwari: Kondisi terkini di Papua Barat semakin mencekam. Massa tidak hanya membakar sejumlah kantor pemerintahan, tetapi juga telah melakukan penjarahan. 

Kondisi terkini di Papua, pembakaran sejumlah bangunan terjadi di beberapa tempat, khususnya di Manokwari, Papua Barat.

Link Banner

Sejumlah saksi mata melaporkan, kondisi terkini di Manokwari benar-benar mencekam.

Saksi mata menjelaskan kronologi rusuh di Papua Barat.

“Kami terjebak tak bisa keluar rumah dari pagi. Manokwari lumpuh total,” ujar seorang

Warga yang minta identitasnya dirahasiakan menambahkan, saat ini sejumlah sekolah di Manokwari juga diliburkan.

“Toko tutup dan mulai terjadi penjarahan. Pembakaran asap ada di semua sudut kota,” tambahnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat yang berada di Manokwari, Papua Barat, mengatakan, kerusuhan sudah berubah jadi penjarahan.

“Penjarahan di sejumlah kios/lapak-lapak yg berada di jalan protokol. Penjarahan terjadi di Amban, Borobudur dan toko handpone dan komputer di Maskeri, Manokwari,” ujar Bustam.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Ambon hari ini, Kamis 27 Agustus 2020

Bustam menjelaskan, beberapa bangunan yang di bakar adalah Gedung DPR Papua Barat dan Kantor Majelis Rakyat Papua Barat di Jalan Siliwangi, Manokawari.

Toko handphone di Manokwari, Papua Barat, dijarah, Senin (19/8/2019).
Toko handphone di Manokwari, Papua Barat, dijarah, Senin (19/8/2019). (Bustam)

Di samping itu, pusat Food Mart terbesar di Manokwari (EMJI), toko Abun Gulung, pusat oleh-oleh khas Manokwari, show room mobil dan 1 rumah warga juga dibakar.

“Warga yang tinggal sekitar Maskeri dan Borobudur (Manokwari) diungsikan,” tambah Bustam.

Bustam mengatakan, situasi di Manokwari saat ini benar-benar mencekam.

Sejumlah ruas jalan diblokade atau ditutup oleh massa sehingga aparat kesulitan bergerak.

“Hingga pukul 13:35 WIT (11:35 WIB) Manokwari masih mencekam. Massa masih melakukan pelemparan ke rumah-rumah warga yang berada di jalan protokol,” kata Bustam.

Bustam melukiskan peristiwa kerusuhan tahun 2019 ini lebih parah jika dibandingkan kerusuhan saat terjadi reformasi tahun 1998.

“Lebih parah dari kerusuhan 98 yang terjadi di Manokwari,” katanya.

Baca Juga  Klasemen dan Top Skor Liga Spanyol: Raja Benzema, Barcelona Jangan Tanya

Dalam tayangan di sejumlah video yang beredar di sosial media terlihat api bercampur kepulauan asap menyelimuti gedung wakil rakyat di Papua Barat.

Kontributor Kompas TV, Budy Setiawan melaporkan, akibat pembakaran gedung DPRD Papua Barat, sejumlah ruas jalan ditutup.

Salah satunya adalah jalan utama di daerah itu, Jalan Yos sudarso.

Menurut Budi, peristiwa berawal dari aksi protes warga atas dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Massa kemudian menyampaikan protes dengan menyebar ke sejumlah jalan sambil membawa senjata tajam dan spanduk sebagai bentuk protes.

Sebagian massa yang membawa senjata tajam menebang pohon untuk membuat blokade jalan. Aparat keamanan berusaha membubarkan aksi massa.

Sebagian berjaga di objek vital seperti bank, pusat perbelanjaan dan lainnya.

“Sejumlah ruas jalan ditutup setelah pembakaran gedung DPRD ini,” kata Budi melaporkan ke Kompas TV.

Sejumlah ruas jalan yang diblokade, yakni Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Baca Juga  Gila...!.Wanita ini Gendong Bayi Sambil Berjoget di Diskotik

Selain itu, massa juga melemparkan pecahan botol dan merobohkan papan reklame, serta tiang lampu lalu lintas di pinggir jalan Yos Sudarso.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) dan oknum aparat, terhadap mahasiswa Papua, di Malang, Surabaya dan Semarang.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani kepada Kompas TV menyebutkan, massa menutup hampir semua ruas jalan di Manokwari.

Bahkan ia tidak bisa mendekati gedung DPRD Papua Barat yang jaraknya cukup dekat dengan kantornya. Hal itu karena massa masih beringas.

Lakotani mengatakan, pimpinan daerah saat ini sedang berusaha untuk melakukan negosiasi dengan pemimpin aksi.

Ia sudah berkoordinasi dengan kapolda dan panglima TNI untuk bertemu dengan pemimpin aksi massa agar situasi bisa tenang.

“Kami sedang mencari jalan untuk bertemu dengan pimpinan aksi,” kata Lakotani. (red/kcm/etc/tnc)