Kanwil Bea dan Cukai Maluku musnahkan BMN hasil penindakan

oleh -36 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Maluku melakukan pemusnahan barang ilegal hasil penindakan 3 unit Kantor Pelayanan Pratama Bea Cukai (KPPBC) yang dibawahinya, Rabu (20/12).

Adapun ketiga unit kantor yang dibawahinya yakni KPPBC TMP C Ternate, KPPBC TMP C Ambon, dan KPPBC TMP C Tual.

Rilis berita yang diterima wartawan dari Kanwil DJBC Maluku bernomor : Pers 01/WBC tertanggal (19/12) yang ditandatangani Kepala Kanwilnya Finari Manan, Kamis (21/12), menyebutkan bahwa memberikan perlindungan dari masuknya barang-barang yang dapat membahayakan masyarakat (community partision), merupakan salah satu fungsi utama yang diemban lembaga yang dipimpinnya.

Pasalnya, peredaran barang-barang ilegal tersebut dalam pasar bebas akan berakibat timbulnya kerugian baik secara material maupun inmaterial secara material.

Link Banner

Secara material, akunya, peredaran barang ilegal akan menggangu potensi penerimaan dari sektor pemunggutan bea masuk, cukai dan punggutan pajak lainnya.

Baca Juga  'Memprotes' Perlakuan Terhadap Muslim Uighur, FC Koln Hentikan Akademi Sepak Bola di China

Sedangkan secara immaterial, jelasnya, kerugian yang ditimbulkan antara lain berupa terganggunya moral dan kesehatan masyarakat serta terjadinya kerusakan lingkungan.

Pemusnahan barang ilegal hasil penindakan ini, jelasnya, merupakan wujud dari akuntabilitas publik Direktorat Jendral Bea dan Cukai.

Menurutnya, melalui kegiatan pemusnahaan ini masyarakat juga bisa mengetahui tindak lanjut dari berbagai macam penindakan yang telah dilakukan dalam wilayah pengawasan Kanwil DJBC Maluku.

Barang-barang yang dimusnahkan berupa barang kena cukai yaitu rokok, minuman mengandung etil alkohol, obat-obatan dan alat kesehatan.

Seluruhnya telah ditetapkan sebagai barang Milik Negara tahun 2017, dengan perkiraan nilai barang sekitar Rp 358.765.000, serta potensi kerugian negara sebesar Rp 157.947.270.

Baca Juga  I’m Not Fool As You Say

Dijelaskannya, landasan hukum untuk pemusnahaan barang tegahan sudah menjadi BMN eks Kepabeanan dan Cukai adalah PMK 240/PMK 06 2012 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Aset Eks Kepabeanan Dan Cukai dan PMK 39/PMK 04/2014 tentang Tata Cara Penyelesaian Barang Kena Cukai dan Barang Barang lain yang di Rampas Untuk Negara atau yang Dikuasai Negara.

Selain itu, terangnya, masih ada juga surat persetujuan pemusnahaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jendral Negara dan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atas nama Menteri Keuanggan Republik Indonesia.

Barang yang dimusnahkan tersebut merupakan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN) yang berasal dari barang dan/atau sarana penggangkut yang ditegah oleh pejabat Bea dan Cukai.

Baca Juga  Polres Kepulauan Aru Tangkap Bandar Togel Yang Meresahkan Warga

Dimana, barang dimaksud berasal dari tindak pidana dimana pelakunya tidak dikenal dan barang yang dikuasai negara yang merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor.

Ditambahkannya, pemusnahaan BMN Eks. Kepabeanan dan Cukai dilakukan dengan cara dibakar dan dengan cara yang lainnya, sampai barang hasil penindakan itu tidak mempunyai nilai ekonomis. (pt-01)