Kapitang Aksi Kalesang Maluku Nilai Pemberian Gelar Adat Bagi Murad Ismail Pelecehan Adat dan Budaya

oleh -3,112 views

Porostimur.com, Ambon – Kapitang Aksi Kalesang Maluku Vigel Faubun menilai, rencana pemberian gelar adat Upu Latu dan Ina Latu Nunusaku, kepada Murad Ismail dan istrinya Widya Pratiwi Murad merupakan sebuah bentuk pelecehan terhadap adat dan budaya Maluku.

Vigel menilai, Murad Ismail dan istrinya tidak pantas menyandang gelar Upu Latu dan Ina Latu, karena bukan berasal dari rahim orang Maluku, alias bukan orang asli negeri dengan julukan 1000 pulau ini.

“Pemberian gelar Nunusaku merupakan sebuah penghinaan dan pelecehan kepada orang Maluku. Nunusaku merupakan rumah tua bagi orang Maluku,” tegasnya, usai menggelar Panggung Bebas Tolak Pemberian gelar Upu Latu dan Ina Latu, dan Stop kekerasan seksual terhadap perempuan, Jumat (17/3/2023) di Universitas Pattimura Ambon.

Baca Juga  Jerman Jadi Tim Pertama ke 16 Besar Euro 2024, Swiss Berpeluang Menyusul

Faubun bilang, Nunusaku merupakan pancaran di mana menurut catatan sejarah hidupnya orang Maluku mula-mula, sampai turun temurun.

Menurutnya, Nunusaku ini sebuah rumah tua yang tidak bisa dimiliki oleh siapapun sehingga pemberian gelar Upu Latu dan Ina Latu kepada Murad dan istrinya merupakan sebuah pembodohan dan kebohongan.

“Yang paling penting tindakan ini adalah sebuah kematian tatanan adat dan budaya yang memang secara tidak langsung mengajak Maluku ini semakin terpuruk. Jadi secara pribadi beta menolak dengan keras pemberian gelar adat kepada Gubernur Maluku Murad Ismail dan Widya,” tegas Vigel.

No More Posts Available.

No more pages to load.