Kapolda Maluku Dituduh Jadi Mafia Tanah

oleh -106 views
Link Banner

@porostimur.com |Ambon : Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa dituduh sebagai mafia tanah adat dati Tomalahu di Batumerah, oleh akun facebook Lipren’t Ode Fiila, pada Kamis (25/7).

Lipren’t dalam postingannya mengajak warganet agar memperjuangkan supaya Kapolda Maluku di copot dari jabatannya dengan memasang tagar #CopotKapoldaMaluku.

Status tersebutpun lantas ia tautkan dengan delapan akun milik temannya yakni: Iwan Loksbar, Panji, Fardan Umasugi, Salihin Kilian Shali, Gurium Alkamar Ade Martia Marti, Ilussi Rion Adi, Ali Fanser Marasabessy dan Didin Ahmad Mahu.

Status yang memajang foto Kapolda Royke dalam pakaian dinas lengkap dan bertuliskan Gerakan Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia itu, juga menyebut jadwal Aksi Mafia Tanah Jilid I, yang akan berlangsung besok, Jumat (26/7/2019), dengan Koordinator Lapangan atas nama Ihki M.

Status ini kemudian disahuti oleh akun Tini Danke yang bertanya “Knp ini. Kpn kejadian nya” dan pertanyaan susulan “di brosur nya tgl 26 juli mau bikin apa” namun kedua pertanyan tersebut tidak mendapat balasan dari pemilik akun yang diduga milik Ikbal Mahu itu.

Baca Juga  Menkes Terawan Ganti Istilah ODP, PDP, hingga OTG Corona

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes. Muhammad Roem Ohoiraat, kepada @porostimur.com mengatakan, ini sudah menuduh. Lalu faktanya apa dan mana.

Ohiraat mengatakan, sejak menjabat sebagai Kapolda, Irjen Boyke terkenal sangat tegas terhadap pelanggar hukum, termasuk kepada anggotanya.

“Selama 9 bulan menjabat, sudah 9 orang anggota yang dipecat oleh Kapolda, dan masih puluhan anggota lainnya dalam proses karena melanggar hukum. Sehingga tidak mungkin beliau berbuat hal-hal seperti yang dituduhkan. Masyarakat Ambon dan Maluku pasti tahu akan hal tersebut”, tukas Ohoiraat. (keket)