Kapolda Maluku Gelar Tatap Muka Bersama Forkopimda dan Pemuka Agama di Masohi

oleh -76 views
Link Banner

Porostimur.com | Masohi: Masih dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Maluku Tengah, Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar menggekar tatap muka bersama Bupati Maluku Tengah bersama pemuka agama bertempat di ruang makan penginapan Lounusa Beach Resord. Kamis (11/6/2020).

Turut Hadir dalam kegiatan Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal, Kajari Maluku Tengah Juli Isnur SH. MH, Ketua Klasis Pdt F Teslatu, Ketua MJ Masohi, Pdt Abe Yoris, Pastor Gererja Katolik Maluku Tengah, Pius Lave SPd, Pastor Paroki st Yohanes Penginjil, Ketua MJ GMII Kana Masohi, Pdt M Balubun dan Tomas Andre Liang, Kapolres Maluku Tengah dan para PJU.

Dalam kesempatannya Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar mengatakan, Tujuan terselenggara kegiatan tatap muka dengan forkopimda tersebut untuk menjalin silaturahmi dan kerukunan antar umat beragama dalam menjalin kebersamaan serta bagaimana caranya menghadapi dan mengarahkan masyarakat dan jemaat untuk Pandemi Virus Corona/ COVID-19.

Baca Juga  Tentang Sayap yang Patah

Kapolda Maluku juga menjelaskan tentang bagaimana melihat dan memahami setiap berita mau pun informasi lewat media cetak maupun media elektronik.

“Kita di daerah Maluku ini terdiri dari berbagai pulau dan kita terpisah masing masing dengan pulau serta daerahnya, dini kita benar benar harus mempelajari mana berita hoax dan mana berita benar, untuk bisa mengarahkan mayarakat di suatu daerah tertentu,”ujarnya.

Masih kata, Kapolda, Disini saya mau menekankan buat saudara saudara bahwa ada pihak pihak tertentu yang sengaja manfaatkan situasi seperti ini, untuk memperkeruh keadaan.

“Saya meminta selaku pimpinan di daerah Maluku Tengah ini pada keseluruhan untuk membantu kami dalam menjalin kebersamaan dan kinerja Kepolisian dalam menghadapi situasi serta Bhabinkamtibmas di daerah ini,” harap Kapolda.

“Masyarakat Maluku pada umumnya sudah cape dengan adanya propaganda serta memanfaatkan situasi oleh pihak tertentu untuk mengacaukan keadaan dari peristiwa rusuh pada tahun 1999 di Daerah ini,” sambung Bang Bahar. (keket)