Kapolda Maluku Hadiri Rakor Wakapolri Bersama Menteri Ketenagakerjaan Via Video Conference

oleh -34 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar turut menghadiri rapat koordinasi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bersama Menteri Ketenagakerjaan via Video Conference

Rakor Wakapolri dan Jajaran, yang dilaksanakan di Rupattama turut dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes, Irwasda Maluku serta Pejabat Utama Polda Maluku.

Adapaun dalam materi rapat koordinasi yang disampaikan Kabaintelkam Polri Terkait antisipasi unras dan Mogok kerja Nasional, perkembangan terkini sudah beredar dimedia Sosial dan sudah dikumpulkan data-data oleh intelijen akan diakukan mogok kerja dan unjuk rasa pada tanggal 6 sampai tanggal 8 oktober 2020 secara Nasional .

“Rekomendasi Tindakan Kepolisian Laksanaakan penggalangan dan PAM maksimal agar tidak terjadi mogok kerja dan unjuk rasa,” kata Kabaintelkam Polri.

Link Banner

Selain itu, Tidak boleh terjadi mogok kerja karna sangst mengganggu perekonomian Nasional dalam sejarah Indonesia tidak pernah terjadi mogok kerja. Tidak boleh terjadi Unjuk rasa yakinkan dampaknya, Cegah, Redak dan Alihkan.

Baca Juga  Horor Virus Corona: "Seperti Kiamat, Orang-orang Terus Sekarat...."

“Kedepankan upaya cegah dengan Tegas dan Humanis. Mapping Perusahaan atau sentra produksi stategis, Bahan Pokok dan kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Kabaintelkam Polri.

Koordinasi dan dukung Disnaker dan Apindo setempat untuk keluarkan edaran larangan mogok kerja dan unjuk rasa. Sosialisasi dan yakinkan PUK untuk tidak terpengaruh melaksanakan kogok kerja dan unjuk rasa dalam sutuasi pendeki yang masih tinggi.

“Berikan jaminan keamanan kepada perusahaan atau sentra produksi dan karyawan atau buruh dari ancaman atau privokasi Sweeping dari luar untuk memaksa ikut kogok kerja dan unjuk rasa”, tukasnya.

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, dalam amanatnya, mengatakan, dengan menyikapi Organisasi Buruh untuk tidak melakukaan aksi unjuk rasa dan mogok kerja karna berdampak pada Kesehatan di masa pendemi, dampak moral dan dampak Ekonomi

Baca Juga  Pasang Surut Irfan Bachdim di Timnas Indonesia, dari Era Alfred Riedl hingga Shin Tae-yong

“Para kapolda dan kapolres lakukan koordinasi dengan steakholder betul-betul agar tidak terjadi mogok kerja dan unjuk rasa,” kata Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Wakapolri juga meminta jajaran intelijen lakukan diteksi dini, kapolres dan kasat intel diharapkan untuk turun ke lapangan.

“Sosialisasikan betul-betul terkait UU tentang ketenagakerjaan. dan Lakukan penggalangan secara humanis dan tegas,” pesan Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. (keket)