Kapolda Maluku Kunjungi Kantor Komnas HAM

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Baharudin Djafar melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Komnas HAM Maluku, Rabu (15/7/2020).

Dalam kunjungannya, Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar, ditemani Irwasda Polda Maluku, Dir Reskrimum dan Kabid Propam Polda Maluku.

Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar, mengakui tujuannya hadir sekaligus bersilaturhmi ke Kantor Komnas HAM tidak lain adalah untuk mendekatkan diri dengan rekan-rekan Komnas HAM

“Selain bersilaturhmi, kami hadir disini juga untuk membahas apa yang menjadi kinerja kita bersama,” ucap Kapolda.

Kapolda menyatakan, melihat situasi dan kondisi pandemi COVID-19 ini juga pasti ada hambatan dalam pelayan kita untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.

Baca Juga  Laka Lantas, Pengendara Motor Jupiter Patah Kaki dan Pengendara Klx Patah Tangan

“Saya selama bertugas di Polda Maluku ini, banyak yang saya temui adalah persoalan antar kampung, masalah kekerasan dalam rumah tangga serta konflik pertikaian dan horizontal,” ujarnya.

Satu diantaranya, kata Kapolda kasus yang terjadi di Pulau Seram dimana salah satunya yakni PT. Nusa Ina dan hal ini adalah dampak konflik yang sangat besar.

“Kami dari Polda Maluku juga sudah menerima beberapa laporan terkait permasalahan tersebut, Kami harapkan dari pihak Komnas HAM juga harus melihat serta memantau hal ini. Kalau kita sudah duduk bersama seperti ini meyakini bahwa setiap persoalan yang terjadi di Maluku insya allah bisa kita selesaikan dengan baik,” ungkap Kapolda.

Baca Juga  Portugal vs Spanyol 0-0: Ramos, Ronaldo, dan Pepe Kangen-kangenan Usai Laga

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar, Ketua Komnas HAM Benediktus Sarkol, menyebutkan, dalam permasalahan di PT Nusa Ina ini, Komnas HAM sudah pernah turun kesana.

Pininjauan sudah berlangsung sejak tahun 2015 – 2017 lalu. Komnas HAM turun kesana atas dasar laporan dari masyarakat setempat.

“Saat kami turun, yang kami temui di sana adalah penanaman kelapa sawit yang sudah melewati batas tanah tertentu, disini membuat gejolak dan akar dari sebuah permasalahan yang terjadi di sana,” ujarnya.

Benediktus Sarkol, menjelaskan permasalahan di PT Nusa Ina, tak ubahnya kasus yang terjadi di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah yaitu Negri Haria Dan Negri Porto. Hingga terjadi saling bakar kampung dan mengakibatkan banyak korban.

Baca Juga  Madrid Tetap Optimis, Meski Tanpa Pemain Baru di Musim Ini

“Harapan saya kedepan kami siap dalam status untuk pentahapan setiap persoalan yang kami kerjakan. Kami akan selalu berkolaborasi untuk untuk menyelesaikan persoalan yang kita tangani, Kami sangat berterima kasih kepada bakar Kapolda Maluku dan rekan-rekan kami sangat mengutamakan sebuah kinerja yang baik dalam pelayanan kepada masyarakat,” tutup Benediktus. (keket)