Kapolda Maluku PTDH 4 Personil Brimob

oleh -527 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Empat personil Polda Maluku dari Satuan Brimob Polda Maluku, menerima Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) berdasarkan keputusan Kapolda Maluku Irjen Pol Baharuddin Djafar, Nomor: Kep/80/IV/2020 tanggal 17 April 2020.

Empat personil yang mendapatkan PTDH itu, karena telah melakukan pelanggaran berat seperti disersi atau meninggalkan tugas dan berbuat asusila.

Mereka adalah Brigadir FT dan Bripda Z. Mereka disersi sejak awal Juni 2018 hingga saat ini. Sementara yang berbuat asusila yaitu Bripda OS pada Mei 2018 dan Bripda SA di Oktober 2018.

Proses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) itu dilaksanakan melalui upacara yang dipimpin Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Maluku Kombes Pol. Muhammad Guntur, di Mako Brimob Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon.

“Mereka yang dipecat karena melakukan disersi (lari dari tugas) dan perbuatan asusila,” kata Guntur melansir kabartimuronline, Senin (4/5/2020).

Baca Juga  Kapolres Kep. Sula & Dandim 1510/Sanana Salurkan Beras Kepada Warga Secara Simbolis Melalui Bhabinkamtibmas & Babinsa

Guntur bilang, proses PTDH terhadap personil yang melakukan pelanggaran disersi dan asusila, sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Sejak saya menjabat sudah beberapa anggota yang di PTDH tetapi rata-rata kasus lama. Kita ingin ada kepastian hukum. Karena kalau kita biarkan, seperti penyakit tumor yang bisa menjalar ke seluruh anggota kalau tidak tindak tegas,” tukasnya.

Guntur mengungkapkan, personil disersi yang dipecat tersebut, dilakukan karena hingga saat ini tidak mempunyai kabar atau tidak kembali bertugas.

“Ada anggota yang disersi, kita tetap proses, tapi bisa memberikan pembinaan dan rekomendasi pada sidang kode etik, kalau masih bisa dipertahankan, punya itikad baik untuk berdinas lagi, kita terima,” jelasnya.

Baca Juga  Mengenal Tahuri, Alat Musik Khas Maluku yang Terbuat dari Kerang Laut

Proses pemecatan tidak dihadiri empat anggota tersebut. Pemecatan resmi berlangsung melalui tanda tangan PTDH pada foto keempat anggota tersebut. Penulisan PTDH langsung dilakukan Dansat Brimob Polda Maluku.

“Secara prosedur kita upacarakan secara inabsensia (tanpa kehadiran mereka). Hadir tidak hadir, ada tidak ada, upacara tetap sah. Kita pajang foto yang dibawah provost dan saya tuliskan PTDH,” tegasnya.

Perwira berpangkat tiga melati ini mengaku, masih terdapat sejumlah anggota Brimob Polda Maluku yang bermasalah. Mereka saat ini sedang diproses sesuai hukum yang berlaku, baik secara disiplin maupun kode etik. (red/katim)