Kapolda Maluku Utara Minta Satgus Covid-19 Buka Data Pasien Corona

oleh -458 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kepala Polda (Kapolda) Maluku Utara, Brigjen. Pol. Rikwanto meminta Satgus Covid-19 Provinsi Maluku Utara membuka identitas atau data pasien virus corona (COVID-19) dengan mempertimbangkan situasi kedaruratan bencana.

Hal ini disampaikan Rikwanto saat rapat Gugus Tugas bersama perbankan dan perusahaan di Maluku Utara, Rabu (15/4/2020), di Posko Utama Gustu Covid-19.

Mantan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri ini menjelaskan, selama ini kode etik kedokteran melarang pembukaan identitas pasien, akan tetapi saat ini telah ada pengumuman yang disampaikan presiden untuk membuka identitas pasien.

“Ini penting supaya kinerja Gugus Tugas lebih efektif untuk melakukan kontak tracing kepada siapa pun yang diduga akan sakit atau terjangkit COVID-19″, kata Rikwanto di Sahid Bella Hotel Ternate.

“Pembukaan identitas pasien akan mempermudah tracing untuk mencegah penyebaran penyakit ini,” imbuhnya.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi, Danrem 151/Binaiya Sambut Kedatangan CEO Maluku FC

Kapolda bilang, pembukaan identitas pasien tidak bertentangan dengan peraturan perundangan karena kasus COVID-19 merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan sudah menjadi ancaman bagi individu dengan potensi penyebaran yang meluas.

Dia mengatakan, hal ini berbeda dengan penyakit lain yang harus dijaga kerahasiaannya.

Menurut Rikwanto, dengan membuka nama dan alamat terinfeksi, dapat membuat orang mencari jalan dan upaya mengatasi persoalan infeksi COVID-19.

Untuk itu, Kapolda yang juga Ketua II Gustu Covid-19 Malut ini, meminta tim media center dalam penyampaian perkembangan penanganan Covid-19 harus mengumumkan identitas pasien, orang dalam pengawasan maupun orang tanpa gejala.

“Jadi media center sudah harus umumkan dan membuka identitas siapa saja yang sudah masuk dalam daftar pasien atau orang yang diduga terkait dengan virus corona,” tukas Rikwanto.

Baca Juga  Brimob Maluku Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Sakit

Menurut Kapolda, diumumkannya identitas tersebut, agar masyarakat secara umum dapat mengetahui dan menjadi kontrol masyarat bagi setiap orang yang telah dinyatakan dalam status mereka.

Disamping itu, infeksi virus Corona bukanlah sebuah keadaan yang memalukan, sehingga tidak akan menimbulkan stigmatisasi dan diskriminasi.

“Ini agar masyarakat tahu dan menjaga dirinya dari orang yang terinfeksi virus corona,”katanya. (red)