Kapolda Malut Ajak Penghulu Se-Maluku Utara Kampanyekan Anti Terorisme dengan Maksimal

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. menyampaikan materi Pencegahan Terorisme dan Radikalisme di Provinsi Maluku Utara, pada kegiatan Sosialisasi Regulasi Kepenghuluan Tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Program Bimbingan Masyarakat Islam pada hari Kamis (3/9/2020) di Asrama Transit Haji Ternate.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda didampingi Kakanwil Kemenag Malut, H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.PdI serta Kabid Bimas Islam, Drs. H. Salmin Abd. Kadir, M.PdI, dan sebagai peserta seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Penghulu se-Maluku Utara.

Dalam materinya Irjen Pol Rikwanto menyampaikan bahwa radikalisme tidak terlepas dari kegiatan terorisme, yakni penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, usaha mencari mencapai tujuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terorisme adalah kekerasan atau ancaman kekerasan yang diperhitungkan sedemikian rupa untuk menciptakan suasana ketakutan dan bahaya dengan maksud menarik perhatian nasional terhadap suatu aksi maupun tuntutan.

Baca Juga  Ratusan Peserta Ikut Perkemahan Pramuka Madrasah se Maluku Utara

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, terorisme dan radikalisme juga berkembang, yakni menggunakan jaringan internet (online) dalam mempengaruhi dan menjaring anggotanya.

Link Banner

Adapun cara mencegahnya, salah satunya dengan melakukan deteksi dini terhadap kelompok radikal dan anti Pancasila di wilayah Maluku Utara, sebagai contoh upaya konkrit yang telah dilaksanakan adalah gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan HTI telah berhasil direduksi.

Melakukan upaya persuasif agar mantan anggota radikal meninggalkan ideologi atau paham yang dianut, serta melakukan kerjasama dengan instansi terkait sebagai contoh MUI maupun Kementerian Agama.

Kapolda melanjutkan cara pencegahan radikalisme tersebut tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, akan tetapi menjadi sebuah tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban, keamanan dan keutuhan NKRI.

Menurut Kapolda, masyarakat adalah garda terdepan dalam mendeteksi dini bahaya terorisme dan faham radikalisme, begitu juga dengan instansi terkait seperti TNI, Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama, Dunia Pendidikan, dll harus bersinergi, bekerjasama mencegah terjadinya bahaya terorisme radikalisme.

Baca Juga  PSI Kota Ternate Bagi 4000 Masker Gratis

Terakhir Kapolda Malut mengajak kepada peserta untuk terus mengkampanyekan anti terorisme dengan maksimal, melakukan
kontra radikal dan deradikalisasi dengan berbagai bidang disiplin ilmu dengan melibatkan tokoh agama, serta
terus siap siaga dalam mendeteksi dini guna pengungkapan, penindakan bahaya teroris dan faham radikalisme di tengah-tengah masyarakat. (red/al/inmas)