Kapolda Malut Kaget Ada Demonstrasi di Mapolres Halsel

oleh -38 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ternate : Polda Maluku Utara (Malut), Brigjen (Pol) Suroto angkat bicara terkait dengan insiden yang terjadi di Polres Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Senin (29/4) pagi tadi.

Kapolda Suroto mengaku, aksi protes yang dilakukan anggota polres Halsel karena miskomunikasi terkait dengan anggaran pengamanan pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) serta legislatif 17 April kemarin.

“Informasi itu tadi saya juga kaget, jadi permasalahannya itu berkaitan dengan uang pengamanan khususnya pada saat tahap pemungutan suara dan penghitungan suara sampai pada pleno di tingkat PPK,” kata Kapolda di hadapan wartawan, Senin (29/4).

Kata kapolda, anggaran pengamanan untuk tingkat polres per anggota sebesar Rp 171 dengan rincian rincian uang saku 53 ribu, uang makan 97 ribu jasa angkut 12 ribu dan bekal kesehatan 9 ribu dengan total 171 ribu yang terhitung untuk per-orang dibayar untuk per-harinya yang dibayarkan hanya untuk 6 hari. Namun fakta di lapangan pengamanan terjadi hingga 14 hari, “ucapnya.

Ia juga menambahkan, itu ada waktu yang ditentukan baik waktu untuk pungut hitung hingga pleno yang berbeda dengan fakta di lapangan, rekan-rekan bisa melihat bahwa penghitungan di tingkat TPS kemarin dilaksanakan pada 18 hingga 19 padahal anggota itu berangkat mulai tanggal 14 bersamaan dengan pengawalan kotak suara jadi anggota yang PAM TPS itu sekaligus melakukan pengawalan kotak suara di Kabupaten, PPK Kecamatan sampai di tingkat TPS, yang dilanjutkan dengan PAM pemungutan hingga penghitungan suara.

Baca Juga  Menagih Janji Murad - Orno

“Dalam pengamanan pemilu tersebut, pihaknya juga melibatkan BKO dari Polda dengan anggota yang sama yakni 171 ribu per-anggota per-hari namun ada penambahan 100 ribu karena pangamanan luar, “Akunya.

Mungkin dilapangkan mereka saling cerita, ini mungkin yang belum di jelaskan oleh pihak polres dan sebenarnya masalah ini masih bisa diselesaikan, meski begitu Kapolda juga berjanji akan menyelesaikan semua hak anggota sesuai dengan tugas yang diberikan.

“Yang jelas hak anggota tidak akan kami potong, dan ini ada miskomunikasi karena selesai apel mereka tidak menanyakan secara jelas, dan yang diterima tidak sesuai dengan waktu yang mereka melakukan pengamanan,” jelasnya.

Bahkan untuk mengusut permasalahan tersebut, Wakapolda Malut didampingi Dirkrimsus, Karo Ops dan Kabid Propam telah bertolak ke Halsel untuk melakukan investigasi guna mencari jalan keluar yang terbaik.

Baca Juga  Kapolda Maluku Beri Pembekalan Kepada Personil Satgas BKO Kodam Pattimura

“Di Halsel itu penghitungan suara paling selesai duluan bahkan sekarang sudah pleno kabupaten dan ini berkat kerja keras anggota,” ungkapnya seraya menyampaikan ini adalah miskomunikasi yang belum jelas kepada anggota,”pungkasnya. (raka)