Kapolda minta dukungan masyarakat wujudkan Pilkada aman dan damai

oleh -25 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Agenda pertama yang ditetapkan Brigjen Pol Andap Budi Revianto,SIK sebagai Kapolda Malukuyang baru yakni menyerukan kepada seluruh pemangku jabatan/stakeholder agar bisa mewujudkan Pilkada yang aman dan damai.

Terlebih, saat ini Maluku sedang memasuki tahapan kampanye untuk 3 agenda Pilkada Serentak Jilid III nanti yakni Pilgub Maluku, Pilwako Tual dan Pilbup Malra.

Hal ini ditegaskan Reviantokepada wartawan usai menghadiri acara penyambutan di ruangan Rupatama Mako Brimob Polda Maluku, Selasa (20/3).

”Saya merasa senang dan bangga diberi amanah selaku Kapolda Maluku yang baru. Mungkin di dalam dinamika tugas ke depan tentu kita harus mewujudkan Maluku yang aman, kondusif dan lancar semua tidak terlepas dari peranan Jurnalis. Di dalam dinamika juga saya telah memerintahkan Direktur Operasional yaitu Para Kapolres, memberikan akses sepenuhnya kepada wartawan. Artinya ketika teman-teman wartawan minta informasi, agar segera disampaikan yang mungkin dalam istilah wartawan 5W1H atau dalam Kepoisian Z RD,” ujarnya.

Link Banner

Menurutnya, program yang dicanangkan Kapolri yani Promoter (Profesional, modern dan terpercaya), akan diteruskan dalam kebijakan dan strategi dalam tubuh Polda Maluku, sebagai implementasi keberlanjutan program (suistinable progress).

Baca Juga  Belanja Jor-joran, Kini Saatnya Real Madrid Jual Pemain

Sebelum menjadi terpercaya, tegasnya, Polda Maluku harus lebih dahulu menjadi profesional.

Dimana, professional sendiri berarti mampu secara professional menjalankan profesinya.

Sedangkan maksud modern, akunya, berarti adanya peningkatan data yang berbasis IT.

”Kedepan mari kita kerja sama yang baik. Untuk itu diharapkan kepada rekan-rekan Wartawan adanya kerja sama dalam memsukseskan pelaksanaan Pilkada di Maluku sebagimana yang tertuang dalam istilah Fox Day, Fox Popular. (Suara Rakyat, Suara Tuhan). Slogan Polda Maluku yaitu Salawaku emarina (Mengamankan Maluku), jadi dalam konteks sehari-hari Kita dihadapkan dengan 4 kejahatan, Kejahatan Konfensional, Kejahatan Transnasional, Kejahatan yang berimplikasi Kontijensi termasuk juga kejahatan yang merugikan kekayaan negara (illegal fishing, illegal logging, illegal traning),” tegasnya.

Baca Juga  Bawa Anak ke Kantor dan Jemput Anak Saat Jam Kerja, PNS akan Disanksi

Mengamankan Pilkada Serentak, jelasnya, Polda Maluku sementara menjalankan Operasi Mantap Praja untuk Pengamanan Pilkada Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Namun seiring agenda yang ada, pihaknya juga harus melakukan pengamanan perayaan Paskah, maupun Operasi Ketupat pada bulan Juni nanti, hingga Pengamanan Pilpres yang akan mulai digelar Agustus nanti, sesuai agenda statis dan dinamis Polri.

Memenuhi agenda yang ada, terangnya, sumber daya yang ada baik Man, Material, Money bahkan Mental yang dimiliki Polri akan bekerja sama dengan TNI, dengan masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun tokoh wanita) sebagai stakeholder dan pemangku kebijakan dalam mewujudkan Pilkda yang aman dan kondusif.

”Berbicara  damai dan kondusif tidak terlepas pidahkan dari adanya peranan Media. Berbicara soal mekanisme Pilkada, ada Undang-Undang yang mengatur tentang pilkada itu sendiri. Ada Penyelenggara Pemilu dan Pengawasan Pemilu. Berbicara soal status peranan Polri di Pilkada, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun  2002 tentang Kepolisian RI tidak mempunyai hak politik. Berbicara soal netralitias, adanya Panitia Pengawas dan  berbicara soal netralitas Polri, penegasan saya Polri tidak mempunyai hak politik,” pungkasnya. (Febby Sahupala)