Kapolda Papua Akui, 2 OAP dan 1 Anggota TNI Tewas di Deiyai

oleh -45 views
Link Banner

Porostimur.com | Jayapura: Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Rudolf Rodja mengatakan dua orang masyarakat sipil dan seorang TNI AD meninggal dalam kerusuhan Deiyai, Papua pada Rabu, 28 Agustus 2019.

“Tidak benar laporan tentang enam warga sipil yang tewas dan terluka dalam insiden tersebut. Yang pasti tiga orang meninggal dalam insiden tersebut yakni dua warga sipil dan anggota TNI AD,” kata Rodja sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Rabu, 28 Agustus 2019.

Rodja mengatakan insiden itu berawal dari unjuk rasa yang dilakukan sekitar 100 orang di halaman kantor Bupati Deiyai. 

Kemudian, kata dia, ada massa yang berlari dan menyerang petugas kepolisian dan TNI yang berjaga.

Link Banner
Ribuan masa aksi rakyat Paniai saat long march ke kantor DPRD dan Bupati Paniai, Madi, dari kota Enarotali. (Stevanus Yogi – SP).

Kantor berita Reuters melaporkan enam orang tewas setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah para demonstran Papua yang berusaha menerobos masuk sebuah kantor pemerintah di kawasan Deiyai, Rabu (28/8).

Baca Juga  Bupati Kepulauan Aru Ikut Latihan Evakuasi Mandiri Bersama Warga Wangel

Mengutip pernyataan warga Deiyai bernama John Pakage, Reuters mengatakan, banyak demonstran lainnya juga terluka dalam insiden itu.

Suarapapua.com, media massa daring yang berbasis di Papua dan mempunyai akses ke Deiyai, melaporkan dua orang demonstran terluka, yakni Elis Mote dan Agus Mote.

“Dua yang terluka, Elis Mote dan Agus Mote. Sedangkan 6 demonstran yang meninggal belum bisa teridentifikasi,” kata Arnold Belau, Pemimpin Redaksi Suarapapua.com

Sementara itu kantor berita Associated Press melaporkan, seorang personel militer tewas dan lima polisi terluka dalam aksi protes yang diwarnai kekerasan itu.

Portal berita jubi.com melaporkan ribuan demonstran membawa busur dan panah dalam aksi protes itu, sementara Dedy mengatakan, hanya sekitar 150 orang terlibat dalam aksi demo itu.

Baca Juga  Sergio Aguero Tak Ragu Sebut Virgil van Dijk Bek Terbaik Dunia
Serda Rikson semasa hidup

Berikut ini identitas aparat yang menjadi korban dari serangan tersebut:

1. Bharada Akmal, luka panah di punggung (BM Papua)

2. Bripda Rifli, luka panah tangan kiri (Polres Paniai)

3. Bripda Dedi, luka panah di leher (Polres Paniai)

4. Bripda Sawaki, luka panah di kaki kiri (Polres Paniai)

5. Serka Arif, luka bacok di kepala (Kodim)

6. Sertu Nendra,luka panah di kepala (Kodim)

7. Serda Rikson, meninggal dunia.

Hingga kini aparat gabungan dari TNI-Polri masih berupaya membuat situasi kembali kondusif. (RTL/red/CNN/BS)