Kapolres Mimika Minta Kendaraan yang Melintas di Mile 53 Gunakan Fasilitas Antipeluru

oleh -85 views
Link Banner

Porostimur.com | Timika: Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata mengimbau seluruh kendaraan yang melintasi ruas jalan tambang PT Freeport Indonesia yang menghubungkan Timika menuju Tembagapura menggunakan fasilitas antipeluru atau armor.

Hal ini untuk mencegah adanya korban jiwa menyusul terjadinya teror penembakan yang diduga didalangi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Pascakejadian penembakan terhadap kendaraan karyawan di Mile 53 pada Senin (13/1) itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak manajemen PT Freeport terkait dengan informasi intelijen yang ada. Salah satunya yaitu penggunaan mobil armor. Penggunaan kendaraan-kendaraan armor itu untuk lebih membuat aman warga terutama karyawan maupun aparat agar menghindari korban jiwa,” kata AKBP Era di Timika, Jumat (17/1).

Baca Juga  Buzzer Jokowi: Dulu Dipuji Sekarang Dibilang Bikin Rugi

Era meyakini teror penembakan yang diduga didalangi KKB Kali Kopi pimpinan Joni Botak tersebut bertujuan untuk menebarkan teror dan ancaman kepada karyawan maupun aparat bahwa kelompok sipil bersenjata itu masih eksis.

Link Banner

“Tentu KKB ingin memberi pesan kepada semua pihak bahwa mereka masih ada sehingga kita harus selalu waspada dan meningkatkan pengamanan sesuai dengan standar operasi prosedur,” kata Era.

Di beberapa lokasi yang rawan penembakan oleh KKB di sepanjang ruas jalan tambang Freeport dari Timika ke Tembagapura itu nantinya akan dipasang perimeter-perimeter untuk menghalangi upaya KKB terus menebar teror penembakan sebagaimana yang marak terjadi beberapa tahun sebelumnya yang merenggut korban jiwa karyawan maupun aparat.

Baca Juga  Hindari Corona, 4 Suasana Khas Ramadhan Ini Akan Jarang Kita Jumpai

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw menyebut salah satu solusi untuk meminimalisasi terulangnya teror penembakan di ruas jalan poros tambang Freeport yaitu dengan membuat perimeter atau pagar di beberapa titik yang rawan teror penembakan.

“Bagaimana cara untuk membatasi kembalinya upaya-upaya yang akan dilakukan oleh para pelaku penembakan di dekat area Freeport itu, kami mengusulkan untuk dibuat perimeter-perimeter atau pagar-pagar untuk membatasi terutama di jalan-jalan tradisional yang sering dilalui oleh warga masyarakat maupun pelaku penembakan,” kata Paulus beberapa waktu lalu. (red/rtm/jpnn)