Karena 2 Alasan Ini, Jokowi Diminta Lebih Baik Mundur

oleh -259 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Presiden Jokowi dan kabinetnya lebih baik mundur karena gagal mengatasi pandemi corona, korupsi dan krisis ekonomi. Jika tidak mundur, maka mahasiswa dan rakyat pasti bergejolak dan siap melawan.

Indonesia sudah jadi failed state (negara gagal) digilas pandemi corona dan itu kegagalan paling buruk di era reformasi. Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dan merupakan mantan aktivis HMI-ITB Muslim Arbi.

Dia menilai, perjuangan mahasiswa dan masyarakat sudah sampai pada puncaknya dimana Gerakan Mahasiswa BEM UI dan jaringannya BEM-BEM se- Indonesia mendesak Presiden Jokowi legowo mundur karena gagal mengatasi pandemi, korupsi dan krisis ekonomi yang dialami oleh Indonesia.

“Gagal menangani pandemi dan kondisi Ekonomi yang bangkrut dan gagal mengatasi korupsi, maka lebih bijak jika Presiden Jokowi dan kabinetnya mengundurkan diri daripada rakyat dan mahasiswa bergejolak,” katanya, Selasa (6/7/2021).

Hal serupa juga disampaikan oleh kalangan aktivis BEM UI dan BEM se-Bandung Raya dan BEM se-Jabar yang disampaikan di berbagai media sosial.

Baca Juga  Komentar Brain Fatari Usai Diberi Shin Tae-yong Peran Anyar di Timnas U19 Indonesia

Sebelum suara BEM-BEM se Indonesia itu, tokoh bangsa Rizal Ramli dan inteligensia lainnya sudah mengimbau Jokowi legowo mundur demi kebaikan dan kebajikan, demi bangsa dan negara agar selamat. Sebab rezim Jokowi gagal dan bangkrut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pihaknya menunggak biaya rumah sakit hingga Rp37 triliun untuk penanganan kasus Covid-19. Jumlah tersebut terdiri dari tunggakan pada 2020-2021.

Di sisi lain, sektor riil ekonomi sudah hancur lebur dan jutaan sarjana terancam miskin dan menganggur, sedangkan pasar modal tinggal nunggu jatuh sekarat, ungkap para analis ekonomi. Para ekonom ingatkan bahwa Utang BUMN mencapai 2000 trilyun rupiah, utang negara 6000 trilyun rupiah dan utang swasta sekitar 200 milyar dolar AS, dan tidak bakal terbayar karena dunia usaha hancur dan korupsi merajalela.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 3.6 Guncang Pulau Ambon Tadi Subuh

(red/ljc)