Karya Rahadi bertenun Tanimbar difashion-showkan BI Maluku

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Grand Launching Tenun Tanimbar digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, dalam ajang pertemuan tahunan yang digelar di The Natsepa Hotel, Rabu (6/12).

Karya desainer Wignyo Rahadi dengan menggunakan material tenun Tanimbar, ditampilkan dalam fashion show dalam acara yang merngusung tema ”Memperkuat Momentum” ini.

(Tenun Tanimbar karya Rahadi diragakan dalam ajang Temu Tahunan BI)

Adapun karya desainer Wignyo Rahadi menggunakan material tenun Tanimbar hasil pengembangan dengan motif Ulerati.

Dimana, motif Ulerati sendiri bermakna ulat kecil yang mengandung filosofi kecintaan masyarakat Tanimbar terhadap lingkungan hidup.

Link Banner

Tepatnya, apresiasi terhadap perubahan menuju arah lebih baik seperti metamorfosa yang dialami oleh ulat sebelum menjadi kupu-kupu, sebagai bagian dari proses alami kehidupan.

Baca Juga  Rudenim Manado Deportasi 8 WNA Pakai Kapal Philipina Navy

Motif Ulerati yang berupa barisan ulat-ulat kecil menyerupai garis panjang, menerapkan teknik pengenaan yang terbilang sulit dan membutuhkan waktu cukup lama.

Tenun Tanimbar yang digunakan terbuat dari bahan katun dan sutera dalam dominasi warna biru kombinasi abu-abu.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Bambang Pramashudi, mengharapkan ajang ini dapat menggaungkan tenun Tanimbar secara luas, menginspirasi kalangan desainer dan produsen fashion lain untuk menggunakan material tenun Tanimbar.

Menurutnya, desainer Wignyo Rahadi yang telah mendirikan usaha tenun pada tahun 2000 silam, konsisten mengembangkan desain dan teknik kerajinan tenun ATBM yang mengangkat inspirasi dari motif kain dan kerajiinan tradisional dengan sentuhan modern, agar dapat diterima oleh lintas generasi.

Baca Juga  Gempa M 5,3 Guncang Labuha Maluku Utara

”Rahadi kerap bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari instasi pemerintah intimidasi swasta, maupun asosiasi atau lembaga swadaya masyarakat, dalam memberdayakm keltampilan terkait tenun dan desain para pengrajin di sejumlah daerah,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Rahadi membenarkan dalam upayanya membina para pengrajin tenun di berbagai daerah, ia pun pernah mengantongi penghargaan dari pemerintah berupa Upakarti kategori Jasa Pengabdian pada bidang usaha pengembangan industri tenun tahun 2014.

Bahkan dalam merevitalisasi kerajinan tenun pun, akunya, ia telah menuai berbagai apresiasi dari tingkat nasional hingga internasional.

Sebut saja penghargaan Dekranas Award 2017 Karya Kriya Terbaik Kategori lelulil heritttitti ”Hasanah”, World Craft Council Award of Excellence for Handicrafts: South east asia programme 2014, maupun UNESCO Award of Excellence for Handicrafts: South-East Asia Programe 2012.

Baca Juga  Tersangka dan BB kasus pornografi dilimpahkan ke JPU

Selain itu, jelasnya, ia pun aktif pada sejumlah asosiasi, antara lain sebagai Pengurus Dewan ikatan Nasional (Dekranas) periode 2014-2019 bidang daya saing produk, atau juga sebagai National Vice Chairman Indonesian Fashion Chamber di bidang institution Relations periode tersebut.

”Pelatihan pengembangan tenun Tanimbar ditujukan untuk melestarikan kearifan lokal tersebut agar punya daya pakai dan daya jual lebih tinggi sehingga dapat mengikuti dinamika era yang semakin modern dan dikenal secara luas,” pungkasnya. (Grace)