Karya Sastra, Daya Magis, dan Mengapa Kita Akan Selalu Membutuhkannya

oleh -107 views

Oleh: Ragil Kristya Aji, Fulltime freelancer | Bersukacita dengan kata

Membaca suatu karya sastra sering diasosiasikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seorang pemalas. Selain itu ada lagi satu stereotip lainnya, yakni seorang yang menghabiskan waktu hanya untuk duduk diam, menyeruput teh dan hanya asyik membolak-balik buku bacaan tebal di hadapannya. Pendeknya, itulah penilaian umum yang ditujukan bagi pembaca sastra. Penilaian tersebut memberikan kesan bahwa membaca sastra adalah seorang yang suka dengan kegiatan bertele-tele dan membuang waktu. 

Pada saat yang lain, potret itu akan begitu kontras jika dibenturkan dengan kenyataan hari-hari ini, yakni di hadapan zaman yang mendambakan segala sesuatunya berjalan pada prinsip ‘cepat’ dan praktis. Hingga kemudian, muncul sebuah pertanyaan umum kepada pembaca sastra. Pertanyaan tersebut yakni mengenai: apakah hari-hari ini membaca karya sastra adalah sesuatu kegiatan yang praktis dan relevan?

Baca Juga  Januari-Juni 2024, Pengadilan Agama Ternate Tangani 356 Kasus Percaraian

Pertanyaan tersebut tentu muncul dari anggapan umum tentang membaca karya sastra yang cenderung dilihat sebagai kegiatan yang membutuhkan waktu dan nampak kurang efisien. Oleh sebab penilaian itu, manfaat praktis dari membaca karya sastra menjadi sesuatu yang seakan kabur. Tentu untuk membuktikan hal tersebut akan lebih menarik jika kita mengujinya. 

No More Posts Available.

No more pages to load.