Kasus Bustamin Sanaba Terus Bergulir, Polres Kepulauan Sula Periksa Saksi dan Korban

oleh -38 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Polres Kepulauan Sula rupanya tidak main-main terhadap kasus kekerasan di Desa Capalulu yang dilakukan oleh mantan Ketua KPU Kepulauan Sula, Bustamin Sanaba terhadap warga beberapa waktu lalu.

Buktinya hari ini, Sabtu (10/10/2020) Penyidik Polres Kepulauan Sula telah memanggil dan meminta keterangan Dari empat orang saksi, yakni: SS alias Salma (45), TG alias Tuti (40), FT alias Fadli (48) dan AU alias Arfan (38).

Mereka diperiksa atas kasus dugaan penganiayaan terhadap pelapor atau korban RU alias Ramang (31) dan SS alias sadikin (38).

RU dan SS diduga dianiaya oleh ketua tim Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-UMAR), inisial BS alias Bustamin Sanaba dan dua pendukung HT-Umar yakni AU alias Abdi dan IK alias Iksan.

Link Banner

Dugaan penganiyaan tersebut terjadi di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, pada Sabtu (3/10/2020) belum lama ini.

Baca Juga  Percepat Penanganan Covid-19, Polisi Laksanakan Pengamanan Balai Karantina

“Iya, kami baru selesai menjalani pemeriksaa diruang penyidik Tindak Pidana Umum (Tipidum) Polres Sula, dan saya di cecar 17 pertanyaan terkait seputaran masalah diloaksi kejadian,” kata Fadli, salah seorang saksi.

Selain Empat orang saksi yang diperiksa, Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap dua orang korban atau pelapor yakni SS alais Sadikin dan RU alis Ramang.

Kedua korban juga dicecar dengan pertanyaan yang sama seperti saksi yakni alasan kenapa sehingga dugaan penganiyaan itu bisa terjadi. Korban juga dicecar dengan pertanyaan dugaan mencoba menggagalkan Kampanye HT-Umar di Desa Capalulu.

“Kami tidak bermaksud menggagaalkan kampanye HT-Umar, kami hanya menagih janji HT-ZADI waktu Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pilkada 2015 lalu. Disitu HT bilang, dia akang sumbang Musholla di dusun 03, Desa Capalulu, warga siap terima kunci, nyatanya diahir masa jabatan Musholla itu terbengkalai dan tidak dapat difungsikan hingga saat ini,” jawab korban Sadikin kepada Penyidik.

Baca Juga  Aldo Ratungalo Salurkan Bantuan untuk Warga Madidir

Sadikin bilang bahwa, pihaknya menjawab sesuai apa yang ditanyakan Polisi, sebab tindakan kami bukan untuk menggagalkam kampanya HT-Umar.

Buktinya mereka bisa berkampanye di Desa Capalulu. Kami sebagai pendukung HT-ZADI saat itu hanya menagih janji rumah ibadah Musholah, hanya itu saja, tutup Sadikin.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sula, AKP Paultri Yustiam S.I.K belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini tayang, (red).