Kasus Corona Masih Tinggi, Jokowi ‘Pasrahkan’ Pada Masyarakat Untuk Tekan Penyebaran Virus

oleh -255 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Indonesia masih mencatatkan penambahan kasus virus corona (COVID-19) yang tinggi setiap harinya. Presiden Joko Widodo mengatakan jika masyarakat ikut bertanggung jawab untuk membantu menekan penyebaran virus corona.

Berdasarkan data dari covid19.go.id hingga Rabu (24/6/2020) sore, Indonesia telah memiliki 47.896 kasus virus corona. Sebanyak 19.241 orang telah dinyatakan sembuh. Sedangkan angka kematian akibat virus corona di Tanah Air telah mencapai 2.535 orang.

Jokowi lantas mengingatkan jika Indonesia belum menang melawan pandemi COVID-19. Terlebih, penambahan kasus baru di sejumlah daerah masih dilaporkan meningkat tajam setiap harinya. Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi nasional sebanyak 10.250 orang. Jumlah ini selisih tipis dengan Jawa Timur yakni 10.115 kasus.

Baca Juga  Kemenkes Ketahuan Bohong Soal Pasien Corona

”Beberapa hari terakhir ini penambahan kasus positif COVID-19 masih meningkat di beberapa daerah dan 1,2,3 provinsi masih tinggi angka positifnya,” ujar Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (24/6). “Masyarakatlah yang berperan besar dalam menekan jumlah kasus dan mencegah penyebaran COVID-19.

Link Banner

Mantan Wali Kota Solo ini menilai jika masyarakat berperan besar dalam menentukan jumlah kasus corona di Tanah Air. Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan warga untuk selalu taat dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 sesuai anjuran dari pemerintah hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Protokol tersebut diantaranya adalah mengenakan masker, menjaga jarak (physical distancing, menghindari kerumunan, dan juga rajin mencuci tangan. Selain itu, Jokowi juga meminta agar masyarakat saling mengingatkan satu sama lainnya untuk menjalankan kedisiplinan protokol kesehatan.

Baca Juga  Kapolres Kepulauan Sula Pimpinan Sertijab Kapolsek

“Saya minta juga agar masyarakat saling mengingatkan untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pesan Jokowi. “Ini yang harus terus kita lakukan harus menjadi kebiasaan baru kita.”

Terakhir, Jokowi mengumumkan jika pemerintah telah memiliki sistem informasi yang terintegrasi dalam melawan virus corona. Sistem ini bernama Bersatu Lawan Covid yang berfungsi sebagai navigasi negara dalam memahami perkembangan virus corona yang selalu berubah setiap harinya.

”Dengan sistem ini juga kita bisa mengetahui berapa kabupaten, berapa kota, berapa provinsi yang berubah statusnya dari hijau menjadi kuning, dari hijau menjadi oranye, hijau menjadi merah,” terang Jokowi. “Atau sebaliknya berubah dari merah menjadi oranye, dari merah menjadi kuning, dan dari merah menjadi hijau.” (red/rtm/bs)