Kasus Dugaan Perzinahan Mertua dan Anak Kandung Kian Kontroversial: Ada PIL

oleh -1.453 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Kasus dugaan perzinahan mertua dan anak kandung kini menuia kontroversi. Pasalnya perbuatan tersebut tidak diakui sang ayah. AK membantah dirinya telah melakukan perbuatan tidak senonoh itu pada anak kandungnya sendiri.

Mertua Muhlis inisial AK saat diwawancarai wartawan membantah dugaan yang ditujukan, yakni perbuatan perzinahan dirinya dan RN yang tak lain anak kandungnya tidaklah benar.

“Itu tidak benar, yang menghamili anak saya (RN) hingga melahirkan satu anak perempuan itu warga Kayoa namanya (SS) yang juga suami orang,” ucapnya.

AK mengaku SS bekerja di Houl Sagu Obi dan bayi yang dilahirkan (RN) diasuh oleh ibu Ayu di Ternate. “Ada juga foto ibu Ayu dan suaminya yang asuh si bayi tersebut,” katanya.

AK lantas menceritakan bahwa, awalnya RN tidak mau menikah dengan Muhlis yang kini jadi menantunya. Hanya lantara AK menilai Muhlis baik dan sopan, maka Muhlis pun dinikahkan dengan putrinya.

Baca Juga  Soal Penebangan Pohon Kelapa di Auponhia, ini Kata Wakapolres Kepulauan Sula

“Kalau dengan anak mantu saya Muhlis D. itu awalnya saya punya anak perempuan (RN) tidak mau menikah dengannya, tapi karena saya liat muhlis ini sudah terlalu baik dan sopan sehingga saya bilang RN dan keluarga untuk menikahkan mereka berdua,” ujarnya.

“Tapi ternyata di belakang si Muhlis bikin lain sebab hari ini banikah besoknya minta pulang ke Bacan. Kalau dia manusia bukan seperti itu makanya saya tara ijinkan Muhlis membawa anak saya RN untuk ikut bersamanya,” sambungnya.

Seperti diberitakan media ini sebenarnya, bahwa RN warga Desa Modopolo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, diduga dihamili ayah kandungnya hingga melahirkan. 

Baca Juga  Pemerintah & DPRD Kabupaten Buru Diduga Manipulasi Anggaran Corona

Muhlis, suami RN menceritakan, bahwa selama satu tahun lebih, mertuanya (Ayah RN) melarangnya untuk mendekati sang istri. Bahkan saat istrinya hamil hingga melahirkan pun ia tidak mengetahuinya.

Muhlis yang juga warga Desa Nusa Babullah, Kecamatan Bacan Barat Utara itu menyampaikan, RN menikah dengan dirinya hanya untuk menutupi aib masa lalu mereka berdua (RN dan Ayahnya).

Lantaran tidak terima dengan perbuatan mertua, Suami RN, Muhlis melaporkan kejadian tersebut ke Polres Halsel.

Kasus tersebut sudah masuk dalam proses penyelidikan dengan nomor: SP-Lidik/1/II/2021/Reskrim, tertanggal 1 Februari 2021. Dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) nomor: B/53/ll/2021, tanggal 2 Februari 2021.

Terpisah Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Halsel saat dikonfirmasi media ini, belum dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut. Begitu juga RN selaku istri sah Muhlis yang menolak untuk dikonfirmasi oleh wartawan. (adhy)