Kasus Kiki Kumala Jalan di Tempat, Kapita Tahane Anam Kembali Demo Kapolda dan Kejati Malut

oleh -96 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Ketua Paguyuban Kapita Tahane Provinsi Maluku Utara (Malut) Asrul Rasyid Ichsan meminta Kapolda dan Kasat Maluku Utara agar serius dalam menangani kasus perampokan, pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan Ronal terhadap calon mahasiswa, Kiki Kumala, beberapa waktu lalu.

Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Provinsi Maluku Utara ini mengatakan kasus perampokan, disertai perkosaan dan pembunuhan terhadap Kiki Kumala yang ditanggani oleh penyidik Polda Malut dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut, dinilai jalan di tempat.

Asrul menyebut, hasil autopsi yang seharusnya disampaikan dalam jangka waktu 20 hari, hingga saat ini, belum diterima, akibatnya, berkas yang dilimpahkan ke pihak Kejati terpaksa harus dikembalikan, karena berkasnya belum lengkap.

Baca Juga  Tahun 2021 Kabupaten Buru Jadwalkan Pilkades di 23 Desa

Padahal, menurutnya, kasus ini sudah sangat terang benderang.

“Semua saksi sudah dimintai keterangan, pengakuan dari tersangka  dan juga bukti-bukti yang lain, oleh karena itu kenapa penyidik Polda tidak menindaklanjuti secara cepat,” tukasnya.

Dia meminta, Polisi.maupun Jaksa untuk.mempercepqt proses hukum kasus ini, karena publik di Malut sedang menunggu keadilan.

“Kami hanya minta satu tuntutan yakni tersangka harus dihukum mati,” tegasnya.

Ketua Paguyuban Kapita Tahane Provinsi Maluku Utara (Malut) Asrul Rasyid Ichsan (foto:istimewa)

Asrul menambahkan, semua lapisan masyarakat sudah mengetahui, pasal yang dikenakan terhadap tersangka adalah pasal berlapis diantaranya, perampokan, penganiayaan, perkosaan hingga menghilangkan nyawa orang (pembunuhan), yang dilakukan oleh seoramg residivis.

“Karena itu tidak ada kata lain selain tersangka dihukum mati,” tegasnya.

Baca Juga  Pelaksanaan UNBK di SMKN 7 Ambon Berjalan Lancar

Untuk itu, Asrul Rasyid menambahkan, pihaknya akan kembali menggelar aksi pada Senin (9/9/2019)  besok , dengan melibatkan sejumlah elemen maayarakat dan keluarga korban,

“kami akan melakukan aksi besar-besaran di Mapolda dan Kejaksaan Tinggi Malut, aksi yang dilakukan ini bukan hanya dari pihak keluarga namun aksi ini melibatkan sejumlah elemen yang ada di Provinsi Maluku Utara,” katanya.

Politisi berkacamata ini mengatakan, aksi yang rencananya dilakukan besok, akan melibatkan sejumlah elemen dari OKP, OKK, LSM bahkan ormas yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Kiki Kumala dengan menyasar Polda Malut dan Kejati Malut.

Dalam aksi ini, sambung Asrul Rasyid, pihaknya akan mendesak penegak hukum, baik Polisi maupun Kejaksaan agar serius menangangi kasus ini, serta mempercepat poses hukum sehingga ada keputusan yang adil bagi keluarga korban. (red)