Kasus pemerkosaan mahasiswa KKN Unpatti akan dilimpahkan

oleh -53 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Mendekati penghujung tahun 2017 kemarin, tepatnya tanggal 15 November, terjadi kasus tindak kekerasan pemerkosaan di lokasi wisata Lubang Buaya, desa Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Adapun korban merupakan mahasiswa KKN dari fakutas Perikanan Universitas Pattimura (Unpatti) berinisial EV sedangkan pelakunya merupakan warga lokal berinisial FT.

Adapun berkjasu kasus kekerasan dimaksud, dalam waktu dekat akan segara dilimpahkan ke tahap II.

Hal ini dibenarkan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Teddy,SH,SIK, saat berhasil dikonfirtmsai wartawan, di Ambon, Selasa (6/2).

Link Banner

Menurutnya, berkas kasus dimaksud kini masih dalam koordinasi penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease dengan penyidik Pidana Umum Kejari Ambon, untuk dilengkapi sesuai petunjuk Jaksa Umum.

Baca Juga  Jalin silaturahmi, Kapolda sholat subuh di Masjid Jammi

”Direncanakan dalam waktu dekat dilimpahkan ke tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka,” ujarnya.

Untuk melengkapi berkas perkara pada tahap I, jelasnya, penyidik dari Polres P. Ambon dan Pp. Lease telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi, juga disertai hasil visum dari dokter RS Bhayangkari Polda Maluku.

Menurutnya, kejadian ini berawal ketika Ev berada di Posko KKN di Desa Morella, didatangi tersangka FT.

Dalam proses berkenalan, FT mengajaknya berjalan-jalan dan korban EV menyetujuinya.

Keduanya kemduian mengelilingi Desa Morella dengan menumpangi sepeda motor yang dikendarai pelaku FT.

Keduanya juga sempat terjatuh dan korban meminta pelaku agar mengantarnya kembali, namun pelaku tidak menggubrisnya.

Baca Juga  20 Anggota DPRD Morotai Dilantik Besok, Nasdem Geser Partai Golkar Dari Kursi Pimpinan

Pelaku kemudian mengarahkan sepeda motor menuju lokasi wisata Lobang Buaya, dengan alasan akan meminta yang untuk memperbaiki kerusakan pada sepeda motor yang mereka tumpangi.

Sesampainya di TKP, pelaku mengeluarkan isi hatinya seraya meminta korban menjadi kekeasih hatinya.

Sayangnya, ungkapan perasaan pelaku ditolak korban.

Meskipun ditolak, pelaku yang sudah dikuasai hawa nafsu birahi menarik korban dan mencekiknya sebanyak 3 kali.

Saat itu pula, korban diperkaosa oleh tersangka.

Atas tindakannya, FT disangkakan dengan pasal 285 KUH pidana dengan hukuman penjara selama 12 tahun kurungan. (Yuli Harmusial)