Kasus penganiayaan di Leihitu, Polsek upayakan diversi

oleh -53 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Dikarenakan 3 tersangka penganiayaan masih berada di bawah umur, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Leihitu mengupayakan proses diversi untuk memediasi penyelesaian hukum antara keluarga korban dengan para tersangka.

Ketiga tersangka yakni RHW alias Y, BN alias NL dan  LS alias L, melakukan kekerasan IM di perempatan Blok M, Desa Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), beberapa waktu lalu.

Kasus ini teregistrasikan dalam Laporan Polisi (LP) nomor  Dalam LP/13/III/2018/Maluku/Res Ambon/Sek Leihitu.

Hal ini dibenarkan Kepala Polsek (Kapolsek) Leihitu, Iptu Djafar Lessy, saat berhasil dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon selular dari Ambon, Jumat (16/3).

Link Banner

”Upaya Diversi yang dilakukan oleh Polsek Leihitu, kepada ketiga tersngka kasus penganiayaan orang tersebut, dihadiri oleh oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Ambon, masing-masing, Prisilia Saiya, Yeseska Tuapetel, Dessy L. Risakotta, yang hadir sebagai pembimbing kemasyarakatan Bapas sekaligus Co Mediator, bersama dengan saya selaku Kapolsek Leihitu (Mediator) serta Kanit Reskrim dan Anggota Reskrim Polsek Leihitu, orang tua dari pihak korban, Bpk. Muhammad Nur Marasabessy maupun orang tua dari pihak tersangka (Abdul Rajak Slamat dan Nur Laila Wailussy). Serta disaksikan oleh: Pjs Negeri Hitu Messing (Etwin) Kepala Pemuda Negeri Hitu Messing Hj. Ibrahim Slamat, Sekertaris Negeri Morella, Hamin Sialana,” ujarnya.

Baca Juga  PMII Cabang Kepulauan Sula Desak Pemda Keluarkan Ijin SPBU Kompak di Sulabesi Selatan

Upaya Diversi yang ditempuh pihaknya berupa mediasi keluarga korban dan keluarga tersangka, tegasnya, diharapkan dapat memberikan pengertian yang baik kepada kedua belah pihak.

Dimana, solusi yang diinginkan kedua belah pihak saling mengerti dan mencari penyelesaian yang adil atau win-win solution.

”Dalam pproses diversi yang dimediasi oleh Polsek Leihitu,tersebut, Penyidik Reskrim Polsek Leihitu  mempersilahkan kepada pihak korban untuk menyampaikan keinginannya terkait ganti rugis,berupa pemberian santunan dan kompensasi kepada korba. Mendengarkan penyampaian harapan dan keinginan pihak korbanyang mana, selaku mediator, Penyidik Reskrim Polsek Leihitu,  mempersilahkan kepada pihak pelaku untuk menyampaikan kesanggupannya terkait dengan ganti rugi, berupa pemberian santunan dan kompensasi,” tegasnya.

Saat kedua belah pihak sudah menemui kata sepakat, terangnya, pihaknya akan membuat konsep surat kesepakatan antara pihak pelaku dan pihak korban dan membuat resume kegiatan mediasi.

Baca Juga  Walikota Pantau Situasi PSBB Ambon

Jika belum dicapai kata sepakat, tegasnya, maka penyidiknya cukup membuat resume kegiatan mediasi.

”Dari hasil mediasi yang dilakukan oleh Polsek Leihitu dengan mempertemukan kedua bela pihak antara keluarga korban dengan keluarga tersangka, dicapai beberapa kesepakatan: 1. Bahwa dalam proses Diversi tersebut di atas ada proses ganti rugi dari pihak kedua selaku pelaku terhadap pihak pertama selaku korban bahwa pihak kedua mengganti rugi sebanyak Rp. 2.500.000, kepada pihak pertama pada hari ini juga dan perkara ini dinyatakan selesai,” pungkasnya. (keket)