Katam Malut Apresiasi Langkah Luhut Tinjau Izin Pembuangan Limbah Tambang ke Laut

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com |Ternate: Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Provinsi Maluku Utara (Malut), menyambut baik keputusan Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) untuk meninjau izin proses deep-sea mine tailings placement (DSTP) atau pembuangan limbah tambang atau tailing ke laut dalam.

Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim mengatakan, ada beberapa dampak negatif yang sangat besar bila tailing di buang kelaut, seperti mengakibatkan penurunan kwalitas air laut, meningkatnya kekeruhan dapat menyebabkan gangguan pada biodata laut dan menghambat penetrasi cahaya matahari kebawah perairan laut.

Menurutnya, keputusan Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan, untuk meninjau izin proses deep-sea mine tailings placement (DSTP) adalah langkah baik yang patut diapresiasi.

“Kami apresiasi langkah Pak Luhut ini, namun kami sungguh berharap agar rencana ini benar-benar dibatalkan saja, karenaw berbahaya bagi masa depan manusia dan lingkungan”, katanya di Ternate, Rabu (29/7/2020).

Diketahui sebelumnya, Juru bicara Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi mengatakan Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) sedang meninjau izin proses deep-sea mine tailings placement (DSTP) atau pembuangan limbah tambang atau tailing ke laut dalam.

Baca Juga  Abaikan Musyawarah Khusus, Pembagian BLT DD Kramat Titdoi Dinilai Cacat Prosedur

Jodi mengatakan ada perusahaan tambang yang izinnya sedang ditinjau, hanya saja dia tidak merinci perusahaan mana saja yang mengajukan izin.

“Ya memang ada beberapa perusahaan yang izinnya sedang direview,” ungkap Jodi seperti dikutip detikcom, Selasa (28/7/2020) kemarin.

Jodi mengatakan, DSTP menjadi pilihan pembuangan limbah hasil proses industri dengan teknologi peleburan asam bertekanan tinggi (high pressure acid leach/HPAL) karena wilayah Sulawesi Tengah dan Maluku Utara daratannya rawan gempa.

Hal tersebut membuat proses dam tailing di darat akan sangat berbahaya. Dam tailing sendiri adalah proses penimbunan limbah tambang yang dilakukan di darat.

“Proses DSTP menjadi opsi dari proses akhir HPAL karena di Sulteng dan Malut masih memiliki potensi gempa apabila dilakukan Dam Tailing di darat,” kata Jodi.

Baca Juga  Pusdiklat PB BNPB Gelar Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Provinsi Maluku di Ambon

Jodi menegaskan, teknologi yang dilakukan dalam proses pembuangan limbah tambang ke laut dalam dijamin ramah lingkungan. Dia mengatakan teknologi yang nantinya dipilih sudah didesain dan diuji oleh pakar berpengalaman dari dalam dan luar negeri.

“Teknologi yang digunakan pada DSTP dipastikan harus ramah lingkungan dan telah melalui design dan uji ilmiah oleh pakar yang berpengalaman di dalam dan luar negeri,” ungkap Jodi. (red)