Kayu Manis Ternate Terancam Tinggal Kenangan

oleh -63 views
Aktivitas anak-anak petani di Kelurahan Salahuddin, Ternate, di seore hari, membantu orang tua mereka mengangkat kayu manis setelah dijemur. Foto: Gustam Jambu/cermat

Porostimur.com, Ternate – Tanaman kayu manis di Ternate, Maluku Utara, yang sejak zaman dulu terkenal kekhasan aromanya, terancam tinggal kenangan karena petani setempat tidak berminat lagi membudidayakannya.

Salah seorang petani di Kota Ternate, Hamdal,  mengatakan para petani di daerah itu tidak berminat lagi membudidayakan kayu manis karena nilai ekonominya tidak seberapa dibandingkan dengan menanam cengkih atau pala.

Tanaman kayu manis baru bisa diproduksi berusia sekitar 10 tahun dan itu pun yang bisa menghasilkan uang hanya kulitnya, sedangkan kayunya tidak memiliki nilai ekonomi karena tidak dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan.

Menurut dia, satu pohon kayu manis hanya menghasilkan Rp1 juta-an jauh lebih kecil jika dibandingkan hasil cengkih atau pala yang dalam satu pohon bisa menghasilkan Rp5 juta-an dan produksinya berkesinambungan.

Baca Juga  Haji Robert, Boss Tambang yang Rela Kucurkan Ratusan Miliar Bantu Warga Malut Hadapi Covid-19

Petani sekarang hanya menanam kayu manis sebagai batas kebun. Itu pun jika keberadaannya menghalangi pertumbuhan cengkih dan pala biasanya ditebang karena bisa memengaruhi produktivitas kedua jenis tanaman rempah itu.

Idrus, salah seorang pelaku usaha kuliner tradisional di Ternate, yang bahan baku usahanya memanfaatkan kayu manis, mengakui belakangan ini semakin untuk mendapatkan kayu manis produksi dari Ternate, sehingga mereka terpaksa mendatangkan dari Halmahera.

No More Posts Available.

No more pages to load.