“Program ini bukan hanya berbicara soal pertanian, tetapi juga tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Jika kebutuhan lahan nantinya mencapai sekitar 12 ribu hektare, menurut Sadali, peluang penciptaan lapangan kerja akan sangat besar.
“Jika kebutuhan lahan mencapai sekitar 12 ribu hektare, maka akan tercipta puluhan ribu lapangan pekerjaan, belum termasuk dampak berganda ketika industri pengolahannya mulai beroperasi,” tambahnya.
Bursel Klaim Kesiapan Capai 75 Persen
Bupati Buru Selatan La Hamidi, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan persiapan secara intensif selama kurang lebih lima bulan.
Persiapan tersebut dilakukan bersama Kementerian Pertanian, PTPN, PT Agrinas, dan Bappenas untuk menyelaraskan perencanaan program dengan Pemerintah Provinsi Maluku.
La Hamidi menyebut program hilirisasi ubi kayu merupakan bagian dari gagasan besar pembangunan ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi daerah.
“Ini merupakan gagasan besar Bapak Gubernur Maluku untuk membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Buru Selatan mendukung penuh kebijakan tersebut,” ujar La Hamidi.
Menurutnya, kesiapan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan saat ini telah mencapai sekitar 75 persen dan masih terus dimatangkan.









