Kecewe, Warga Capalulu Pasang Baliho Tanya Sikap Pemda & Polres Kepulauan Sula

oleh -89 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Berbagai persoalan yang terjadi di Desa Capalulu, Kecamatan Mangole Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, seperti tak tersentuh hukum.

Tuntunan masyarakat yang telah di sampaikan ke pihak pemerintah maupaun pada pihak Kepolisian, tak kunjung mendapatkan titik terang, bahkan terkesan diabaikan oleh institusi pemerintah maupun Kepolisian setempat.

Sahrul Ipa, salah satu Pemuda Desa Capalulu, kepada porostimur.com, Sabtu (22/8/2020) mengatakan, berbagai laporan telah dizampaikan secara resmi namun lagi-lagi tuntutan masyarakat Capalulu diabaikan selayaknya masyarakat Capalulu bukan bagian dari pada masyarakat Indonesia yang mendapatkan pelayanan hukum.

“Baliho protes pemerintah maupaun pihak kepolisian ini sudah kedua kalinya dipasang. Pertama masyarakat memasang baliho protes tapi dicopot oleh mantan kepala desa Capalulu pada saat kunjungan Bupati di Mangoli dan Capalulu. Sikap kades itu membuat masyarakat Caplulu semakin marah dan kembali memasang baliho protes,” ujarnya.

Link Banner

Sahrul bilang, laporan penyalahgunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, (DD-ADD) Desa Capalulu yang diaudit tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Hal ini menurutnya bisa dilihat pada Anggaran Tahun 2018.

Baca Juga  Jelang HANI BNNP PB kembali tes urine puluhan ABK

“Yang diperuntukan pertanian, perikanan, Bumdes peternakan itu tidak diadakan di desa Capalulu namun inspektorat tidak jadikan ini sebagai temuan. Pada hal beberapa item kegiatan itu memang di Capalulu tidak ada. Hal ini membuat masyarakat Caplulu mulai kehilangan kepercayaan terhadap inspektorat,” tukasnya.

Sahrul menambahkan, hal yang sama terjadi pula dengan laporan masyarakat terkait pengrusakan pohon kelapa dan pemalsuan dukemen APBDes Tahun Anggaran 2018 yang telah dilaporan ke Polres Kepulauan Sula pada bulan Februari 2020 namun tak pernah ada titik terang.

“Setelah perwakilan masyarakat Capalulu dan kuasa hukumnya Kuswandi Buamona konfirmasi ternyata laporan masih ada di SPKT Polres Kepulauan Sula. Hal ini membuat masyarakat mulai kehilangan kepercayaan Kepolisian. Masyarakat ragu Polisian akan menangani masalah yang terjadi di Desa Capalulu,” pungkasnya. (red)