Kejari Tahan Kadis Kominfosandi Kota Ambon

oleh -1,066 views

Porostimur.com, Ambon – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon akhirnya menahan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan persandian (Kominfosandi) Kota Ambon Joy Raynier Adriansz.

Joy secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Command Center milik Pemerintah Kota Ambon.

Penahanan Adrianz dilakukan setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup panjang, di mana pihak kejaksaan meminta keterangan belasan orang saksi, baik dari lingkup Dinas Kominfo kota Ambon, pemerintah kota Ambon dan pihak ketiga.

Selain menahan Joy Adrianz, Penyidik Kejaksaan Negeri Ambon juga menetapkan mantan Ketua HIPMI Kota Ambon Yermia Padang selaku terssangka. Yermia adalah pihak ketiga dalam kasus rasuah yang kini tengah digarap korps Adhyaksa itu.

Penetapan status tersangka terhadap Adriansz dan Yeremia Padang alias Yerri disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Adriansyah kepada wartawan dalam konferensi pers, Kamis (30/11/2023) di Ambon.

Dalam jumpa pers tersebut, Adriansyah yang didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Echkard Palapia mengungkapkan, penetapan tersangka ini setalah penyidik mendapati dua alat bukti atau lebih dalam kasus dugaan penyalahgunaan DIPA Dinas Kominfosandi Kota Ambon, Thun Anggaran 2021 dan proyek Command Center Kota Ambon.

“Setelah memeriksa saksi-saksi dan alat bukti dalam kasus ini, penyidik menemukan dua alat bukti atau lebih, keterlibatan para tersangka. Dengan dua alat bukti yang sah itu penyidik menetapkan tersangka,” papar dia

Kajari bilang, selain menetapkan Joy Adriansz dan Yeremia Padang selaku tersangka, penyidik juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus yang sama.

Baca Juga  Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter

Dua tersangka lainnya dalam kasus Command Center Kota Ambon ini adalah Kabid Kominfo sekaligus Pokja III Kominfo Kota Ambon Hendra Pesiwarissa dan Kabag Ppengadaan Barang dan Jasa yangjuga Pokja III Kominfo Ambon Charly Tomasoa. Keduanya diduga ikut andil dalam kasus ini.

Adriansyah menjelaskan, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Command Center Kota Ambon, sesuai penghitungan yang dilakukan penyidik dan auditor, sebesar Rp536 juta lebih. Namun angka pastinya masih menunggu hasil penghitungan BPKP.

“Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, dan Undang Undang Nomor: 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor: 31 Tahun 1999 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1,” pungkas Adriansyah. (red)

Baca Juga  Lelang 6 Jabatan Pimpinan OPD di Pemprov Maluku Utara Sepi Peminat

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.