Kejari Tidore Dalami Kasus Persampahan DLH Tikep Tahun 2018

oleh -52 views
Link Banner

Kejaksaan Negeri Tidore terus mendalami dugaan penyalahguaan angaran persampahan tahun 2018, dengan melakukan Pemeriksaan terhadap dua pejabat di lingkup Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dua pejabat tersebut diantaranya Kabid Pengelola Sampah dan Limba B3 Faradilla Abdurrajak, ST dan Bendahara Pengeluaran Mansur Sehe selaku Bendahra pengeluaran.

Dalam melakukan pemeriksaan kedua pejabat tersebut di periksa di ruangan berbeda Bendahra pengeluaran di periksa Kasi Intelegen Sementara kepala bidang pengelola sampah di periksa kasi Pidsus.

Usai melakukan pemeriksaan Kasi Pidsus Kejari Tidore Prima Poluaka, SH, saat di konfirmasi di ruangan kerjanya mengatakan Kabid Pengelolan Sampah dan Limbah B3, di periksa seputar penggunaan angaran pengelolan sampah 2018, dan dalam pemeriksan Kabid periksa sebaanyak 32 pertanyaan.

Baca Juga  Pantau Kesiapan Jelang Natura, Kepala Kantor Basarnas Ambon Kuker ke Saumlaki

“Pemeriksaan Kabid sekitar 6 jam karena pemeriksaan di mulai pada pukul 09.00 hingga 15.00 (jam tiga sore), Dengan kehadiran kabid tadi maka total yang sudah di periksa dalam masalah DLH ini sudah 17 saksi yang terperiksa, baik pegawai DLH Maupun non pehawai”, ungkap Prima.

Kejaksaan Neggeri Soasio tetap konsiten menuntaskan dugaan kasus korupsi dikota tidore salah satubya dugaan Kasus Korupsi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), katena penyidik terus melakukan pengebangan kasus hingga dalam waktu dekat akan dilakukan pemeriksaan tambahan.

Sementara di tempat terpisah Kasi Intelijen Safri Abd. Muin. SH. saat di konfirmasi di ruangan kejaanya usai pemeriksaan mengatakan Pemeriksaan bendhra pengeluaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), seputaran kwitansi pembayaran di pihak ke tiga (bengkel fisher) saudara Anto, karena keterangan pihak bengkel tidak sesuai dengan apa yang di gambarkan dalam Kwitansi pembayaran.

Baca Juga  Kodim 1509/Labuha Gelar Silaturahmi Bersama Wartawan Halsel

“Dalam pemeriksaan terhadap pengelolah bengkel dan pihak bengkel membantah bantah semuanya, Baik itu jumlah uang yang di terima dan stempel/cap bengkel yang di tandatangani oleh Benkel Mobil”. ungkapnya.

Lanjut Kasi Intel Kejari Soasio. dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepada sejumlah saksi, bahkan dalam pemeriksaan dilakukan suda hampir mengarah dan mengakibatkan kerugian negara, dan penjidik terus mendalami alur uang khususnya dalam belanja spart pack mobil (suku cadang kendaraan bermotor).

Sementara Dalam pemeriksaan bendahara memberi penjelasan yang berbeda bahwa Bendhra tidak pernah membawa kwitansi tersebut kepada pihak ke tiga dalam hal ini pihak bengkel untuk mendatangani kwitansi.

“Semua kwitansi tesebut tertera kata-kata telah di terima dari bendhara pengeluaran DLH, Namun faktanya bendhra tidak pernah melakukan pembayaran kepada pihak ke tiga”, tegas Kasi Intel. (keket)